Pages

Rabu, 01 Oktober 2014

MENGENAL BENTUK TULISAN ARTIKEL, FEATURE DAN ESA


1.     Bentuk-bentuk Tulisan di Media Massa

Apakah yang disebut sebagai Artikel?

Masyarakat luas, mengangap semua tulisan di media cetak (koran, majalah, tabloid, bulletin, jurnal dan news letter) sebagai artikel. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artikel disebut sebagai: karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai di majalah, surat kabar dsb. Dalam ilmu jusnalistik, artikel adalah salah satu bentuk tulisan nonfiksi berisi fakta dan data yang disertai sedikit analisis dan opini dari penulisnya.

Apakah yang disebut sebagai features?

Feature sering diartikan sebagai tulisan khas di media massa. Dalam KBBI, arti feature tidak ada. Dalam kamus-kamus bahasa Inggris, feature diartikan sebagai: a distinctive or regular article in a newspaper or magazine. Dalam ilmu jurnalistik, features merupakan salah satu bentuk tulisan nonfiksi, dengan karakter human interest yang kuat.

Apakah yang disebut esai?

Menurut KBBI, esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Menurut kamus Webster’s (essay) adalah: a short literary composition of an analytical, interpretive, or reflective kind, dealing with its subject in a nontechnical, limited, often unsystematic way and, usually, expressive of the author’s outlook and personality. Menurut ilmu jurnalistik, esai adalah tulisan berupa pendapat seseorang tentang suatu permasalahan ditinjau secara subyektif dari berbagai aspek/bidang kehidupan.

Apakah bentuk-bentuk tulisan lain di media massa?

Yang paling banyak dijumpai di koran dan majalah adalah berita (news). Dalam dunia jurnalistik, news dikelompok-kelompokkan lagi menjadi spot news, stright news, interpreted news, interpretative news, news story dll. Selain itu masih ada bentuk-bentuk tulisan lain seperti reportase, information story, info grafis, resensi buku/film, tajuk, resep masakan, daftar harga dll.

Apakah yang disebut sebagai News (berita)?

News atau berita adalah bentuk tulisan non fiksi berdasarkan sebuah peristiwa faktual, yang lazim disebut sebagai stright news (berita lempang atau berita langsung). Selain itu masih ada spot news (berita singkat); interpeted news (berita pendapat); interpretative news (berita dengan interpretasi); investigative news (berita penyidikan) dll.

Bentuk tulisan manakah yang paling mungkin untuk ditulis oleh pihak luar (bukan wartawan atau redaksi penerbitan tersebut)?

Yang selalu diisi oleh pihak luar adalah artikel, opini dan esai. Yang kadang-kadang juga masih bisa diisi oleh pihak luar adalah feature dan reportase. Namun bentuk tulisan Opini dan Esai lebih sulit dipelajari dibanding dengan artikel. Sementara feature juga lebih mudah dikerjakan oleh bukan wartawan dibanding dengan reportase. Karenanya, bentuk tulisan artikel dan feature paling mudah dan bermanfaat untuk dipelajari oleh kalangan bukan wartawan profesional.





2.     Tentang Artikel

Apakah yang disebut sebagai artikel dalam dunia jurnalistik?

Dalam dunia jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk tulisan non fiksi (berdasarkan data dan fakta) dan diberi sedikit analisis serta pendapat oleh penulisnya. Biasanya, artikel hanya menyangkut satu pokok permasalahan, dengan sudut pandang hanya dari satu disiplin ilmu. Teknik yang digunakan umumnya deduktif–induktif atau sebaliknya.


Apakah beda artikel dengan interpretative news?

Interpretative news juga merupakan salah satu bentuk tulisan non fiksi yang juga diberi opini oleh penulisnya. Namun kalau sebuah artikel sudah bisa ditulis hanya dengan bahan data dan fakta, maka interpretative news harus berdasarkan peristiwa faktual. Kalau artikel bisa ditulis oleh siapa saja, maka interpretative news biasanya hanya ditulis oleh intern wartawan atau redaktur dari penerbitan bersangkutan.

Apakah beda artikel dengan opini dan kolom?

Dalam pengertian sehari-hari, artikel, opini, kolom bahkan juga esai dianggap sama dan bisa saling dipertukarkan tempatnya. Dalam dunia jurnalistik, opini dibedakan dengan artikel karena dalam opini, pendapat pribadi (buah pikiran) si penulis lebih diutamakan. Sementara dalam artikel, pendapat pribadi si penulis biasanya dikemukanan dalam bentuk analisis atau data dan fakta tandingan, yang berbeda dengan data dan fakta yang dijadikan bahan tulisan. Dengan adanya analisis serta data dan fakta tandingan itu, pembaca artikel diharapkan bisa mengambil kesimpulan sendiri. Kolom adalah artikel, opini, esai atau tulisan lain oleh penulis tetap, yang diberi ruang (rubrik) yang tetap pula.

Apakah beda artikel dengan esai?

Dalam dunia jurnalistik, esai merupakan bentuk tulisan yang paling sulit. Meskipun dalam KBBI esai hanya disebut sebagai: karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. KBBI memang mewakili pendapat umum masyarakat yang menganggap esai sama dengan artikel, opini dan kolom. Padahal esai merupakan artikel yang dalam menganalisis, si penulis mengambil angle dari beberapa disiplin ilmu, dengan subyektifitas yang khas dari penulisnya. Hingga penulis esai yang baik, dituntut untuk memiliki minat serta pengetahuan yang luas, dengan kepribadian yang khas.

Secara konkrit, bagaimanakah biasanya sebuah artikel ditulis?

Artikel paling mudah ditulis dengan metode induksi atau deduksi. Dalam metode induksi, penulis berangkat dari sebuah contoh khusus, misalnya kasus korupsi untuk membuat kesimpulan yang bersifat umum tentang gejala korupsi. Dalam metode deduksi, penulis menggunakan cara kebalikan dari induksi, yakni menggunakan sebuah gejala umum untuk membuat kesimpulan terhadap contoh khusus. Misalnya, penulis menunjukkan bagaimana amburadulnya pengaturan lalulintas di suatu tempat, lalu gejala umum tersebut digunakan untuk menyimpulkan bahwa sebuah contoh kecelakaan lalulintas merupakan akibat dari gejala umum tersebut.

3.      Tentang Feature

Apakah yang disebut sebagai feature?

Kalau entri artikel sudah masuk dalam KBBI, maka entri feature masih belum ada. Meskipun demikian, di depan telah disebutkan bahwa feature dalam kamus-kamus bahasa Inggris diartikan sebagai tulisan khas (dengan karakter yang kuat) yang dimuat secara reguler di surat kabar atau majalah.



Apakah yang membedakan feature dengan berita (stright news maupun interpreted news) dan artikel?

Berita lebih mengutamakan fakta dan data aktual (berdasarkan sebuah peristiwa aktual) yang ditulis secara lempang tanpa opini (stright news); dengan opini dari luar si penulis (intrepreted news) maupun opini dari si penulisnya (interpretative news). Artikel ditulis berdasarkan data dan fakta (belum tentu peristiwa faktual), diberi analisis dan opini (berupa fakta dan data tandingan) dari si penulis. Feature merupakan tulisan berdasarkan data dan fakta peristiwa aktual, namun materinya diseleksi yang lebih menekankan segihuman interest.

Ada berapa jenis feature-kah yang selama ini dikenal dalam dunia jurnalistik?

Ada puluhan jenis feature. Mulai dari feature tentang manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, alam, sejarah, anthropologi, luar angkasa, hantu-hantu.

Apakah tema-tema berdasarkan bidang/sektor kehidupan bisa diangkat sebagai feature?

Bisa. Misalnya bidang sosial, politik, budaya, ekonomi dll. Sektornya mulai dari kesenian, pemerintahan, perdagangan dll. Namun dalam mengangkat bidang, sektor maupun komoditas yang lebih konkrit menjadi sebuah feature, penulis akan menekankan segi manusianya, binatangnya, tumbuh-tumbuahnya atau alamnya. Bukan menekankan segi permasalahannya. Hal yang terakhir ini lebih tepat diangkat menjadi artikel atau esai.

Secara konkrit, bagaimanakah sebuah feature ditulis?

Misalnya ada kecelakaan pesawat terbang. Stright newsnya adalah berita tentang kecelakaan tersebut. Kemudian ada interpreted news dari maskapai penerbangan, pabrik pesawat, aparat perhubungan, pihak keluarga korban dll. mengenai kecelakaan tersebut. Ada lagi artikel dari seorang pakar cuaca yang mengulas kecelakaan tersebut dari aspek buruknya cuaca pada saat peristiwa terjadi.

Feature yang bisa ditulis antara lain:
·         Mengenai istri/anak pilot yang menjadi korban;
·         Pacar pramugari yang juga menjadi korban;
·         Petugas SAR yang tanpa kenal lelah membantu mengumpulkan jasad para korban dll. dengan menekankan segi human interestnya.

3.     Tentang Esai

Apakah yang disebut esai dalam dunia jurnalistik?

Kata kunci pada bentuk tulisan esai adalah adanya faktor analisis, interpretasi, dan refleksi. Karakter esai, umumnya non teknis, non sistematis, dengan karakter dari penulis (unsur subyektivitas) yang menonjol.

Apakah beda esai dengan artikel dan opini?

Beda esai dengan artikel dan opini adalah, esai lebih mengutamakan faktor analisis secara individual. Sementara artikel lebih mengutamakan analisis dengan bantuan teori atau disiplin ilmu tertentu. Pada bentuk tulisan opini, pendapat pribadi penulis (bukan analisis) lebih diutamakan.

Benarkah semua penulis artikel dan sasterawan mampu menulis esai?

Pertama-tama tidak semua wartawan dan sasterawan mampu menulis artikel dan feature.
Kedua, tidak semua penulis artikel, feature dan sasterawan mampu menulis esai. Hanya sedikit wartawan dan sasterawan yang mampu menjadi penulis esai. Sebab bentuk tulisan ini termasuk yang paling sulit dikuasai. Namun penulis esai, hampir selalu bisa menulis artikel dan feature dengan cukup baik.


Mengapa esai merupakan bentuk tulisan yang paling sulit untuk dikuasai penulis?

Tingkat kesulitan esai, terutama disebabkan oleh karakternya yang non teknis dan non sistematis. Hingga kekuatan esai hanyalah tertumpu pada daya analisis, refleksi dan karakter pribadi si penulis. Karenanya, teknik menulis esai dari seseorang, akan sulit untuk dipelajari dan ditiru oleh penulis lain. Sementara teknik menulis artikel dan feature dari seorang penulis kenamaan, bisa dipelajari dan ditiru oleh penulis pemula.

Bagaimanakah persyaratan agar seseorang bisa menjadi penulis esai yang baik?

Seorang peulis esai, dituntut memiliki tingkat kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual di atas rata-rata. Seseorang yang cerdas secara intelektual, lebih cocok untuk menjadi penulis artikel. Mereka yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual dan emosional tinggi lebih pas menjadi penulis feature dan opini. Kalau kecerdasan intelektual dan emosional itu ditambah dengan kecerdasan spiritual dan pengetahuan serta wawasan luas, maka dia bisa menjadi penulis esai yang baik.

5.      Struktur Berita, Artikel, Feature dan Esai

Apakah yang dimaksud sebagai struktur tulisan dalam dunia jurnalistik?

Yang dimaksud sebagai struktur tulisan dalam dunia jurnalistik adalah susunan, bangunan atau pola dari tulisan tersebut. Misalnya, pada umumnya struktur berita adalah piramida (s) terbalik t (bagian yang runcing berada di bawah).

Mengapa struktur berita berupa piramida terbalik?

Piramida terbalik mengibaratkan bahwa bagian yang besar (isinya banyak, penting); berada di bagian atas. Makin ke bawah, bentuk piramida tersebut makin mengecil dan meruncing. Ibaratnya, makin ke bawah volume berita tersebut makin sedikit, sementara isinya juga menjadi kurang penting. Dalam kenyataan, isi sebuah berita sama saja. Misalnya, kalau di bagian atas dalam satu alinea terdiri dari 6 kalimat dan 30 kata, maka di bagian bawah bisa saja satu alinea malahan berisi 8 kalimat dengan 40 kata. Namun, kadar kepentingan dan kepadatannya (variasi informasi yang terkandung di dalamnya), justru lebih sedikit.

Bagaimanakah dengan struktur artikel dan feature?

Artikel dan feature tidak berbentuk piramida terbalik melainkan balok sama besar yang memanjang dari atas ke bawah (z). Bentuk demikian dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa dalam artikel maupun feature, bagian yang paling atas, sama pentingnya dengan yang di tengah maupun yang di bawah.

Bagaimanakah detil komponen struktur artikel dan feature tersebut?

Secara umum, semua tulisan selalu terdiri dari judul (bisa dengan atau tanpa anak judul), nama penulis (bisa di atas bisa di bawah, bisa tidak ada), summary (ringkasan) atau etalase/intro; lead (kepala tulisan), body dan ending.

Apakah yang dimaksud dengan summary dan lead dalam artikel/feature?

Banyak penulis bahkan redaktur penerbitan yang sulit untuk membedakan antara summary atau etalase atau intro dengan lead atau kepala tulisan. Summary, etalase atau intro, hanya dimaksudkan untuk “daya tarik awal” setelah pembaca melihat judul dan juga foto (dalam feature). Fungsi ini tidak terlalu penting jika dibanding dengan lead atau kepala tulisan. Dalam News, lead memuat sekaligus semua informasi (what, who, when, where, whay dan how = 5 W 1 H) dalam satu alinea.
Misalnya: Tadi malam pukul 22.30 WIB (when), telah terjadi kecelakaan lalulintas (what), di jalan tol Jagorawi (where). Kecelakaan tersebut terjadi antara (how) bus penumpang dengan truk gandengan (what). Dalam kecelakaan ini sebanyak 10 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka (how). Diduga kecelakaan terjadi karena bus tersebut mengalami pecah ban (why), dst.
Dengan hanya membaca lead sebuah berita, seorang pembaca sudah bisa tahu seluruh isi berita secara garis besar, tanpa harus melanjutkan membaca seluruh berita. Dalam artikel dan feature, fungsi lead adalah, untuk membuat pembaca tidak bisa berhenti membaca sebelum tulisan selesai. Hingga fungsi lead tersebut justru untuk memberikan daya tarik, namun harus dibatasi hingga tidak semua informasi tuntas dalam sebuah lead. Karena fungsinya yang demikian penting, lead dalam artikel dan feature sering diibaratkan seperti serve dalam badminton, voley atau tenis.

Bagaimanakah tepatnya struktur sebuah esai?

Sebagai sebuah tulisan, esai juga menuntut adanya jusdul, etalase, lead, body dan ending. Namun struktur secara keseluruhan tidak seketat dan sebaku pada artikel dan feature. Justru karena tidak adanya kebakuan tersebut, maka sebuah esai dari penulis kenamaan, sulit untuk dipelajari dan dicontoh oleh penulis pemula. Karakter esai yang non teknis dan non sistematis menjadi kendala untuk membakukan struktur penulisannya.

6.      Metode Induktif dan Deduktif dalam Artikel

Seberapa pentingkah data dan fakta dalam sebuah artikel?

Data dan fakta merupakan materi yang paling penting dalam sebuah artikel. Sebab tanpa data dan fakta yang kuat, maka artikel akan berubah menjadi opini. Misalnya, ketika terjadi sebuah kecelakaan lalulintas hebat yang menewaskan puluhan siswa SMU, maka seorang penulis artikel yang baik akan segera membuka file tantang kecelakaan lalulintas yang memakan korban cukup banyak, jenis kendaraannya, jumlah korbannya, lokasi dan waktu kejadiannya, penanganannya oleh pihak yang berwajib dll. Dengan data-data tersebut, si penulis artikel bisa membuat analisis sederhana dan menyimpulkan, apakah kecelakaan lalulintas di negeri kita selama sepuluh tahun terakhir ini meningkat atau menurun? Kalau meningkat mengapa? Kalau menurun mengapa? Sebab tekanan utama pada penulisan artikel adalah pada pertanyaan mengapa dan bagaimana.

Apakah penulisan artikel mutlak harus menggunakan metode induktif/deduktif?

Tidak harus. Bahkan sebenarnya tidak pernah ada pedoman baku bagaimana seharusnya sebuah artikel ditulis. Selain metode induktif deduktif, bisa pula digunakan metode thesis – antithesis dan sinthesis. Bisa pula dengan metode pengajuan pertanyaan 5 W 1 H yang akan dibahas lebih rinci pada bab VII dan VIII, khususnya tentang alinea.

Mengapa metode induktif/deduktif menjadi populer?

Karena metode ini paling mudah diterapkan bagi para pemula. Misalnya, ketika terjadi bencana tanah longsor (contoh kasus = hal khusus), semua pihak pasti segera mengkaitkannya dengan penggundulan hutan dan perusakan lingkungan (gejala umum). Metode berpikir induktif ini juga bisa dibalik menjadi deduktif. Pertama kita kemukakan gejala penggundulan hutan dan perusakan alam dengan bergagai data dan faktanya, dari gejala umum ini, kita tarik kesimpulan pada contoh-contoh khusus yang sangat spesifik namun cukup kuat. Misalnya perubahan iklim makro, pemanasan global dll.

Apakah menulis artikel perlu latar belakang, tujuan, permasalahan dst?

Metode penulisan ilmiah dengan latar belakang, tujuan, kerangka pikir, permasalahan, pemecahan permasalahan, kesimpulan dan saran dsb, tetap bisa digunakan dalam menulis artikel. Namun dalam mengemukakan latar belakang misalnya, tetap harus digunakan data dan fakta aktual. Misalnya kalau kita menggunakan metode deduktif, kerusakan hutan dan lingkungan yang kita jadikan sebagai latar belakang, harus disertai dengan fakta dan data yang jelas, lengkap dan akurat. Analisis dan opini yang disampaikan pun, harus berupa data. Misalnya, kita bisa mengatakan bahwa perusakan hutan dan alam akan berakibat pada kerusakan seluruh ekosistem seperti telah terjadi di negara A, B dan C. Hingga kita perlu melakukan penghijauan dan reboisasi seperti telah dilakukan oleh negara D, E dan F yang dulu hutannya pernah rusak tetapi pulih kembali.

Bolehkah dalam menulis artikel kita hanya menggunakan pernyataan umum?

Tidak boleh. Sebab artikel demikian pasti akan ditolak oleh redaktur penerbitan yang bonafid. Misalnya kita menyebut bahwa: “Akhir-akhir ini telah terjadi penggundulan hutan dan perusakan alam secara membabibuta oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dst.” Pernyataan tersebut sangat umum dan dangkal karena tidak disertai dengan fakta dan data. Beda kalau misalnya kita sebutkan bahwa: “Tahun ini sekian juta hektar hutan primer telah ditebang habis oleh pengusaha HPH di provinsi A, B, C dan D. Dibanding dengan tahun lalu, angka penebangan ini telah naik empat kali lipat dst.

7.      Faktor Human Interest dalam Feature

Apakah yang disebut sebagai human interest?

Human interest bisa diartikan sebagai rasa kemanusiaan. Hingga feature yang disebut sebagai tulisan yang menekankan segi human interest dimaksudkan sebagai tulisan yang menekankan segi yang bisa menyentuh rasa kemanusiaan pembacanya.

Mengapa segi human interest paling diutamakan dalam sebuah feature?

Karena berita (news) sudah ditampilkan dengan lugas dan dengan bahasa yang sangat formal. Dalam artikel, fakta dan data juga harus dianalisis dengan serius dan diberi opini yang juga harus serius. Agar pembaca media cetak tidak bosan, maka diperlukan sebuah bentuk tulisan yang menekankan segi human interest. Itulah sebabnya segi ini paling diutamakan dalam feature. Dalam perkembangan lebih lanjut, berita pun bisa dikembangkan menjadi news feature, feature reporting, feature story dll. Bahkan dalam perkembangan lebih lanjut, feature juga melahirkan bentuk tulisan yang lebih baru (generasi baru) yang disebut sebagai How To Do It Article (HTDI). Cabang jurnalisme yang pertamakali memperkenalkan bentuk tulisan ini adalah jurnalisme kedokteran/kesehatan pada abad XVI dan XVII.

Apakah segi human interest tersebut sudah melekat pada meteri tulisan, atau merupakan kreasi penulisnya?

Segi human interest dalam sebuah feature, harus benar-benar faktual (berupa fakta nyata) yang melekat pada materi (bahan) tulisan. Keterampilan penulis hanya dituntut untuk menyeleksi dan mengolah bahan-bahan tersebut, hingga ketika telah menjadi tulisan dan disampaikan ke pembaca, akan bisa menyentuh perasaan. Kalau segi human interest tersebut merupakan hasil imajinasi atau keterampilan berpikir si penulis, maka tulisan tersebut merupakan fiksi, bukan feature.

Apa sajakah yang bisa dikatagorikan sebagai human interest?

Yang bisa dikatagorikan sebagai human interest antara lain: masalah percintaan; perjalanan/perjuangan hidup manusia, hewan, tumbuhan maupun alam (gunung api, bintang); kelahiran/kematian; penderitaan (misalnya derita TKI yang disiksa majikan di LN); ketabahan/ketegaran dalam menghadapi cobaan/godaan dll.

Apakah feature dengan tema penderitaan bisa digunakan untuk menjelek-jelekkan pihak yang mengakibatkan penderitaan tersebut?

Bisa, namun feature tersebut akan menjadi feature propaganda. Nilai sebuah feature propaganda, akan lebih rendah dibanding dengan feature yang benar-benar hanya menceritakan penderitaan seseorang atau sekelompok orang. Sebab yang harus geregetan, marah dsb. adalah pembaca media massa, setelah membaca feature tersebut. Bukan penulisnya.

8.      Kekuatan Individu dalam Esai

Apakah kekuatan individu penulis hanya dipentingkan dalam penulisan esai?

Kekuatan karakter individu penulis, diperlukan dalam semua bentuk tulisan, mulai dari news, reportase, artikel dan feature. Namun bentuk-bentuk tulisan tersebut memiliki teknik dan sistematika yang jelas. Karenanya, penulis yang tidak terlalu kuat pun, tetap bisa menghasilkan news, reportase, artikel dan feature yang baik. Dalam esai, kekuatan individu lebih diperlukan karena tidak bakunya teknik dan sistematika.

Apakah yang disebut kekuatan individu dalam penulisan esai?

Yang dimaksud sebagai kekuatan individu, terutama adalah faktor tingkat kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang di atas rata-rata. Namun kekhasan dari masing-masing individu akan sangat menentukan kualitas esai yang dihasilkan. Karakter khas yang kuat ini diperoleh bukan karena faktor teknik melainkan karena muncul dari dalam diri si penulis.

Dari manakah penulis esai memperoleh kekuatan karakter individunya?

Kekuatan karekter individu, bukan diperoleh dari pendidikan formal, melainkan dari kekayaan pengalaman hidup, bacaan yang luas dan lingkungan pergaulan yang beragam. Meskipun faktor genetik, juga ikut pula mempengaruhi kekuatan karekter individu seseorang. Namun tanpa kekayaan pengalaman, luasnya bacaan dan variasi pergaulan, karakter dasar serta pendidikan formal belum merupakan jaminan kekuatan individu seseorang.

Apakah skill (keterampilan) juga diperlukan dalam penulisan esai?

Skil tetap diperlukan dalam penulisan esai, namun hal tersebut bukan merupakan faktor utama. Sebab apabila skil yang diutamakan, maka esai yang dihasilkan justru akan merosot kualitasnya. Sebab esai justru diharapkan tidak dihasilkan sebanyak artikel, feature dan lebih-lebih news.

Apakah esai memiliki bobot lebih tinggi dibanding artikel dan feature?

Esai tidak bisa dibandingkan dengan artikel dan feature, sebab masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Artikel lebih berfungsi untuk mengajak pembaca memahami suatu pokok persoalan. Feature digunakan untuk menggugah rasa human interest pembaca. Sementara esai bermanfaat untuk melakukan refleksi dan perenungan. Meskipun fungsi tiga bentuk tulisan ini berbeda, honorarium yang akan diterima oleh penulisnya sama.


Contoh tulisan feature:

Pesawat Tanpa Awak Jatuh di Kepulauan Riau

Sebuah pesawat tanpa awak jatuh di perairan Pulau Pucung, Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kepulauan Riau, Senin, 12 November. Pesawat ini ditemukan oleh seorang nelayan, Mukhri di sebuah lokasi antara perairan Berakit dan Pulau Pucung usai melaut sekitar pukul 06.00 WIB.

Badan pesawat tanpa awak tersebut berwarna merah dengan panjang 2,5 meter dan sayap berwarna kuning lebar 2 meter. Di badan pesawat terdapat tulisan Banshee dengan nomor 5498 dan diekor pesawat terdapat tulisan Meggitt.
Selain itu juga terdapat perasut berwarna orange yang keluar dari badan pesawat, diduga parasut tersebut keluar setelah pesawat terhempas di laut.
Pesawat tersebut kemudian dievakuasi oleh sejumlah Personel Pangkalan TNI AU Tanjungpinang dengan mobil pasukan meskipun tidak semua badan pesawat bisa masuk ke mobil. Rencananya pesawat ini akan dibawa ke Puslitbang TNI AU di Jakarta guna penelitian lebih lanjut.

Pesawat ini “Drone Target,” Bukan Pesawat Intai
Komandan Pangkalan Angkatan Udara Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Letkol Pnb MJ Hanafie mengatakan bahwa pesawat tanpa awak yang jatuh di Bintan ini bukan jenis pesawat pengintai tetapi merupakan pesawat sasaran tembak atau “drone target” untuk latihan tempur.
“Ini bukan pesawat tanpa awak yang melakukan pengintaian, tetapi ini adalah `drone target` untuk latihan penembakan simulasi yang bisa dilepaskan dari daratan dan laut,” kata Danlanud MJ Hanafie kepada pers di Lanud Tanjungpinang, Senin malam.

Danlanud mengatakan “drone target” semacam itu bisa bertahan di udara selama 1 jam 15 menit dengan kecepatan 200 knot sebelum jatuh ditembak atau jatuh sendiri tanpa kena tembakan saat latihan. “Kegagalan dalam penembakan bisa mencapai 30 persen,” ujar Danlanud.
Menurut Hanafie, kemungkinan besar alat latih tembak atau “drone target” yang dilontarkan dari darat atau dari kapal di laut tersebut terbawa arus hingga mencapai perairan Bintan setelah jatuh.
“Dari negara mana belum bisa diketahui, yang jelas alat ini digunakan oleh 40 negara termasuk Indonesia,” kata Hanafie. Namun untuk membuktikan dari mana asalnya, pesawat itu akan dibawa ke Puslitbang TNI AU di Jakarta.

Jangan Ada Penafsiran yang Macam-macam
“Drone target” tersebut diperkirakan sudah beberapa hari terapung dan terbawa arus, sehingga bagian baterai yang berada di dalam badan pesawat serta bagian baling-baling yang berada di bagian belakang sudah terlapisi garam. “Jika jatuhnya tanpa parasut tentu sudah tenggelam,” pungkasnya.
Danlanud memastikan tidak ada pesawat pengintai asing yang memasuki wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan dengan sejumlah negara.

“Sekali lagi ini bukan pesawat pengintai atau pesawat mata-mata, namun ini `drone target` yang memang untuk ditembak atau dihancurkan,” ujarnya.
Danlanud berharap tidak ada penafsiran macam-macam terhadap penemuan “drone target” tersebut, karena benda tersebut adalah sasaran latihan tembak dari darat atau laut ke udara.

Contoh Tulisan Artikel Opini yang pernah dimuat di Koran
Kalau anda ingin tahu bagaimana contoh artikel opini yang sudah dimuat di koran, maka berikut beberapa contoh artikel yang sudah dimuat di koran-koran nasional. Perhatian jumlah kata secara total dan gaya penungkapan kalimatnya.

1.      Contoh artikel yang dimuat di koran Kompas: Akankah Irak Menjadi Vietnam Kedua?

BERITA tentang helikopter Chinook yang ditembak jatuh oleh rudal, menewaskan 16 personel tentara AS (termasuk dua wanita), merupakan kabar buruk bagi AS. Kemudian, Black Hawk ditembak jatuh dekat Tikrit, pada Jumat, menewaskan enam pasukan AS. Berita itu cukup mengkhawatirkan Washington.


2.      Contoh artikel dimuat di koran Jawa Pos: Shirin Ebadi

DALAM pemberian penghargaan Nobel Perdamaian tahun ini kepada pengacara serta aktivis HAM Iran Shirin Ebadi, Komite Nobel Norwegia telah memberikan wewenang kepada wanita umumnya dan perempuan Iran khususnya pada suatu poin yang krusial saat sedang terjadi ketegangan antara kalangan reformis dan konservatif, baik di Iran maupun di dunia Islam secara luas.


3.      Contoh artikel dimuat di koran Republika: Bin Ladin, Israel dan Terorisme

Seandainya sebuah survei interim dilakukan tentang kondisi dunia, akankah ia menunjukkan bahwa dunia menjadi lebih aman setelah tragedi 11/9? Jawabannya mungkin dapat ditemukan dalam beberapa baris kata dari Thomas Hardy ini: “Beberapa aspek berada dalam diri kita, dan siapa yang tampak seperti raja dialah Sang Raja”.


4.      Contoh artikel dimuat di koran Media Indonesia: Peta Jalan Damai India-Pakistan

PERTEMUAN puncak antara Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Pakistan Pervez Musharraf semakin membuktikan bahwa dalam dunia diplomasi (sebagaimana dalam kriket, olahraga populer di kawasan ini) hasil dari pertemuan tingkat tinggi sering berupa kebalikan dari prediksi sebelumnya.


5.      Contoh artikel dimuat di koran Suara Karya: Universalisme Demokrasi

Natan Sharansky, disiden terkenal Yahudi Soviet yang dibebaskan setelah hukuman penjara sembilan tahun, terkadang dianggap sebagai inspirasi untuk kebijakan perubahan rezim neo-konservatif. Khusus mengenai pandangannya pada rasionalisasi neo-imperialisme terbaru dalam mencegah terjadinya prinsip kedaulatan nasional dengan atau tanpa intervensi bersenjata, dan tentang keefektivan aktual dalam menghasilkan perdamaian yang stabil.


6.      Contoh artikel dimuat di koran Pikiran Rakyat Bandung: Clash of Civilization, Mitos atau Realitas?

SAAT ini sedang terjadi pergulatan spektrum dan visi di horison intelektual dan pola pikir. Di permukaan, ia tampak dalam wujud pergulatan antara barat dan blok Islam untuk merebut dominasi dunia. Dalam realitas, pemeran antagonis dalam konflik yang tampak antara Barat dan Islam berada pada sisi yang sama.


7.      Contoh artikel dimuat di koran Duta Masyarakat: Islam dan Demokrasi

Banyak kalangan non-muslim (individual dan institusi) yang menilai bahwa tidak terdapat
konflik antara Islam dan demokrasi dan mereka ingin melihat dunia Islam dapat membawa perubahan dan transformasi menuju demokrasi.

8.      Contoh artikel dimuat di koran Suara Pembaruan: Poluneg Kerry Tak Beda dengan Bush

Saya akan siap siaga untuk mengirim pasukan dalam waktu singkat.” Itulah John F Kerry, kandidat presiden Amerika dari Partai Demokrat. Apa yang terjadi? Bukankah Demokrat semestinya mengakhiri kebijakan intervensionis pemerintahan Bush?

Daftar Pustaka

http://prabuyoss.blogspot.com/2013/05/mengenal-bentuk-tulisan-artikel-feature.html

Selasa, 23 September 2014

SDM INDONESIA TAK SIAP MENGHADAPI PASAR BEBAS

 “ Perguruan Tinggi Harus Menyiapkan SDM Untuk Mengisi Lapangan Kerja Yang Menantang “.



 Diberlakukannya ASEAN Economic (AEC) 2015 dan pasar bebas Asia Pasifik, membuat setiap negara menyiapkan diri untuk menyongsongnya, tidak terkecuali Indonesia. Sudah siapkah Indonesia?.  Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia masih ketinggalan untuk menghadapi pasar bebas, hal ini karena Indonesia belum maksimal menyiapkannya. 

Siap tak siap, harus siap. Mau tak mau harus mempersiapkan diri dalam waktu singkat ini. Walaupun disayangkan kita masih ketinggalan dalam menyiapkan diri,  kata Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Dr. Ir. Siswono Yudo Husodo dalam acara Dies Natalis ke-47 dan Wisuda tanggal 7 Oktober 2013 di Jakarta Convention Center (JCC).
 

Hadir dalam acara tersebut, Rektor Universitas Pancasila Dr. Edie Toet Hendratno, SH., M.Si., Prof. Dr. Anwar Nasution, Jend. TNI (Purn) Agum Gumelar, Jend. Pol (Purn) Tan Sri, Prof. Drs Dai Bachtiar, SH,, Sekretaris YPPUP Rifki Yusuf, SE,  Pimpinan Universitas, Dosen, Mahasiswa, undangan dan 1160 wisudawan.

Lebih lanjut Pak Siswono menyampaikan, indikasi Indonesia tak siap menghadapai pasar bebas bisa dilihat dari masih kuatnya nilai impor. Sebaliknya nilai ekspor sangat lemah. Indonesia seharusnya memiliki bank tabungan pos untuk menyiapkan diri agar dolar tidak dibeli oleh orang asing. Jujur, selama ini berbagai kebijakan pemerintah kurang mengantisipasi dan belum siap menghadapi globlisasi.

Untuk menghadapi persoalan itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan SDM untuk mengisi lapangan kerja yang menantang. Hal ini guna menghadapi posisi dunia yang terus bergerak cepat dan kondisi yang terus berubah. Di dunia yang berubah, kalau salah menangani kita tidak dapat manfaat. Jadi, bagaimana kita mendapatkan manfaat dari perubahan ini. Kata Pak Siswono.

Menurut Pak Siswono, kita saat ini berada pada lingkungan global yang sedang bergerak dengan dinamis dan kompleks, dengan kondisi-kondisinya yang baru, yang langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap diri kita, yang harus dihadapai dengan sikap terbuka.

Salah satu tantangan besar dunia pendidikan nasional kita adalah menanamkan kesadaran kolektif sebagai bangsa yang perlu berjuang keras untuk mencapai kemajuan, mengejar ketertinggalannya dari Negara-negara lain dalam banyak aspek. Salah satu aspek penting yang perlu disiapkan dengan cepat bangsa ini adalah SDM yang kompeten.

Saat ini angkatan kerja kita mencapai 122 juta. Namun, yang berpendidikan sarjana hanya 6,42 persen, sisanya berpendidikan SLTA/SLTP/SD sekitar 49,9 persen. Memang ada penurunan jumlah pengangguran, tapi relatif kecil. Pengangguran menurun karena meningkatnya pedagang kaki lima. Tingginya suku bunga bank kita mengurangi daya saing. Sedangkan suku bunga dinegara tetangga suku bunga bank relatif kecil.

Pakar ekonomi Prof. Dr. Anwar Nasution dalam orasi ilmiahnya menyampaikan, untuk menyiapkan pasar global ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah yakni, pertama ; meningkatkan daya saing SDM dengan memberikan keuangan insentif, kedua peningkatan universitas teknis, agar Indonesia bisa lebih produktif. (Humas UP/tmt).


Daftar Pustaka

http://lowongan.univpancasila.ac.id/index.php/seluruhberita/241-sdm-indonesia-tak-siap-menghadapi-pasar-bebas

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

 Peranan dalam Bahasa Indonesia di bagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

o   Peranan Bahasa Indonesia Dalam Konteks Ilmiah

Bahasa Indonesia mempunyai kedududkan yang sangat penting, antara lain, berrsumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi : (Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia). Ini berarti bahawa Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, kedudukan berada di atas bahasa-bahasa daerah. Selain itu, di dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV, Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Dengan demikian ada dua macam kedudukam bahasa Indonesia.

v  Pertama, Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional, sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928, dan
v  Kedua bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.



Dalam tulisan ilmiah, bahasa sering diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, pemelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetauan tertentu, menurut metode tertentu, serta isi, fakta, dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawablan. Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah, yaitu malakah, laporan pratik kerja, kertas kerja, skripsi, tensis, dan disertasi.

Dalam penulisan ilmiah, bahsa merupakan hal yang terpenting. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Antara lain :

v  Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.

v  Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.

v  Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan Partikel.

Peranan Bahasa Indonesia

o   Bahasa Indonesia memiliki fugsi sebagai berikut :

v  Sebagai Bahasa Nasional

Sebagai lambang kebangsaan dan identitas nasional, Bahasa persatuan kita, memiliki nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan dehari-hari tanpa ada rasa renda diri, malu, dan acuh tak acuh. Indonesia memiliki banyak budaya dan bahasa yang berbeda-beda hampir di setiap daerah. Pastinya tidak akan mungkin kita bisa saling memahami ketika berkomunikasi antar sesama. Oleh karena itulah betapa pentingnya kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa dan sebagai alat penghubung antar budaya dan daerah.

v  Bahasa Negara

Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagi berikut:

Bahasa dalam perhungan pada tingkat nassional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta menjadi bahasa resmi kenegaraan, pengantar di lembaga-lembaga pendidikan/ pemanfaatan ilmu pengetahuan, pengembangan kebudayaan, pemerintah dll.
Fungsi itu harus dilaksanakan, sebab itulah ciri penada bahwa suatu bahasa dapat dikatakan berkedudukan sebagai bahasa negara.

• Secara umum fungsi bahasa sebagai alat komunikasi: lisan maupun tulis

• Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut:

a) Fungsi informasi
b) Fungsi ekspresi diri
c) Fungsi adaptasi dan integrasi
d) Fungsi kontrol sosial

• Menurut Hallyday (1992) Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk keperluan:

a) Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
b) Fungsi regulatoris, bahasa digunakann untuk mengendalikan prilaku orang lain
c) Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
d) Fungsi personal, bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
e) Fungsi heuristik, bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
f) Fungsi imajinatif, bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
g) Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi

Daftar Pustaka                                                                                                                                                          

Senin, 16 Juni 2014

11 Kumpulan Info Unik Seputar Islam




1. Tinggi Nabi Adam 27,432 Meter

Nabi Adam as. memiliki badan yang tinggi menjulang. Sebagaimana Nabi saw bersabda, "Allah menciptakan Adam dengan tinggi enam puluh hasta." (HR. Bukhari). Hadist ini juga ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanadnya yang berbeda. Jika dihitung-hitung, satu hasta kira-kira 18 inci, sedangkan 1 inci sama dengan 2,54 cm. Maka, satu hasta sama dengan 45,72 cm. Bila dikali enam puluh hasta, maka tinggi badan Nabi Adam sekitar 27,432 meter!

2. Penyakit dan Obatnya Ada Pada Sayap Lalat
Nabi pernah bersabda perihal sayap lalat, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, "Jika seekor lalat jatuh dalam air minuman salah seorang di antara kamu, maka hendaklah ia membenamkannya (sekalian untuk) kemudian mengangkatnya lagi. Sesungguhnya pada salah satu sayap lalat terdapat penyakit dan di sayap lain juga terdapat obat penawar." Abu Daud menambahkan dalam riwayat hadist yang lain, "Sesungguhnya lalat melindungi dirinya dengan sayap yang beracun."

3. 5 Hal yang Tidak Diketahui Siapapun
Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dan Imam Ahmad menyebutkan bahwa kunci keghaiban itu ada lima hal. Dalam hal ini, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah swt. Lima hal tersebut yaitu:
  1. Tidak ada yang tahu apa yang dikandung dalam rahim seseorang;
  2. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari;
  3. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan hujan akan turun;
  4. Tidak ada yang tahu pula di bumi mana seseorang akan meninggal;
  5. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kiamat akan terjadi.
4. Berapa Jumlah Nabi dan Rasul?
Menurut Maulana Wahiduddin Khan, Adam adalah manusia pertama di dunia ini sekaligus nabi pertama. Setelah itu, baru diikuti sederetan panjang nabi-nabi hingga terakhir adalah Imam Mahdi. Menurut ulama dari India, jumlah seluruh utusan Allah itu adalah 124.000, diantaranya 25 rasul, 315 nabi yang lahir dari berbagai negara dan kebangsaan yang beragam.

5. Ilmu yang Terkandung di Dalam Al-Quran
Imam Al-Ghazali (505 H), ulama terkemuka abad ke-6 Hijriyah menulis, "Sesungguhnya Al-Quran itu merangkum 77.200 ilmu, karena pada setiap perkataannya ada ilmu dan ilmu itu berlipat ganda empat kali karena pada setiap perkataan itu ada yang zahir, batin, pembatas, dan pemula.

6. Penemu Benua Amerika
Selama ini kita mengenal Christopher Columbus sebagai penemu benua Amerika setelah dia menginjakkan kaki di benua tersebut pada 12 Oktober 1492. Tetapi menurut catatan sejarah dan ahli geografi Muslim Al-Mas'udi (871-957 M), Khashkhas Ibn Said Ibn Aswad (navigator Muslim dari Cordoba di Andalusia) justru telah sampai di benua Amerika jauh-jauh sebelumnya, yakni tahun 889 M.

7. Manfaat Wudhu untuk Kesehatan Gigi dan Kulit
Menurut Dr. Abdul Wahid, seorang pakar kedokteran dari Universitas Kairo, berpendapat bahwa wudhu yang dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari dapat membersihkan kulit dari kotoran dan debu, sehingga baik untuk kesehatan kulit. Selain itu, dalam penemuan ilmu medis mutakhir menyebutkan bahwa wudhu memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Karena selain menggosok gigi, kita juga perlu berkumur dengan air.

8. Wudhu untuk Mencegah Masuknya Kuman
Masih seputar wudhu, Dr. Mustafa Suhatah pada Kongres Antar Negara-Negara Islam tentang Kesehatan dalam Perspektif Al-Quran dan As-Sunnah di Kairo menyebutkan bahwa menghirup air ke dalam hidung ketika berwudhu, yang hukumnya sunnah, ternyata sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai kuman masuk ke tubuh. Karena, rongga hidung merupakan salah satu sarang kuman. Hal ini juga dibenarkan dan dibuktikan dalam perspektif ilmu biologi.

9. Wanita Haid Dilarang Bersetubuh
Mengapa demikian? Berdasarkan firman Allah Surah Al-Baqarah: 222, alasannya karena pada masa haid sangat rawan akan penyakit dan bakteri yang mudah menyerang rahim yang sedang lemah. Menurut Dr. Muhammad Syarqawi, saat itu daya tahan rahim tidak berfungsi sehingga bakteri tumbuh subur, bahkan penyakit dapat menyebar ke leher rahim, sehingga dapat menutup salurannya yang berdampak pada proses pembuahan ke rahim. Akibatnya adalah kemandulan seseorang atau kehamilan di luar rahim.

10. Kunci Surga
Diriwayatkan oleh Baiquni dari Muadz bin Jabal bahwa Rasulullah bersabda kepadanya sewaktu beliau mengutusnya ke Yaman. "Sesungguhnya kamu nanti akan bertemu dengan kaum ahli Kitab, lalu mereka akan bertanya kepadamu tentang kunci surga. Jawablah bahwa kuncinya adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah."

11. Empat Orang yang Dirindukan Surga
Jika kamu mau dirindukan surga, cobalah perhatikan hadist Rasulullah saw. berikut itni. "Surga itu rindu kepada empat orang: Pembaca Al-Quran, pengekang lidah, pemberi makan kepada orang-orang lapar dan yang berpuasa di bulan Ramadhan."

Sumber :
 11 Kumpulan Info Unik Seputar Islam

20 Fakta Unik Koloni Semut




Kali ini kita ngebahas tentang koloni semut, yang merupakan sekumpulan semut yang terdiri dari unit dasar dengan jenis spesies yang sama yang berjumlah besar/banyak sebagai bagian dari usaha perlindungan dan pertahanan diri serta pengaturan lingkaran kehidupan mereka. Biasanya dalam koloni semut memiliki satu atau lebih ratu petelur yang hidup hingga 20 tahun, lalu ada divisi semut perawat telur tersebut, kemudian ada divisi semut pekerja (terutamanya semut betina yang steril) dan juga semut prajurit (semut jantan dan betina) yang hidup dalam kisaran 45-60 hari. Pengorganisasian sistem yang terbentuk dalam koloni semut dinamakan 'Eusociality' yang juga tampak pada lebah dan tawon (Hymenoptera) dan rayap (Isoptera). Ada banyak istilah untuk menggambarkan keadaan koloni semut seperti Polydomy (memiliki sarang yang banyak) dan Monodomy (hanya memiliki satu sarang), Haplometrosis (pendiri koloni hanya satu ratu) dan Pleometrosis (pendiri koloni lebih dari satu ratu), Monogyny (hanya satu ratu petelur yang mengatur), Polyginy (ada lebih dari satu ratu petelur) dan Olyginy (banyak ratu petelur yang terpisah). Salah satu fakta unik mengenai semut adalah mereka mewakili 25% dari populasi serangga di dunia, dengan lebih dari 1000 spesies yang tidur 250 kali sehari (kebanyakan tidur dengan mata terbuka) dan memiliki 250 ribu sel otak. Beberapa spesies semut juga memiliki sayap, namun fungsi sebenarnya bukanlah untuk terbang melaikna nuptial (perkawinan) sedangkan sayap bagi semut pekerja (hingga saat ini, mungkin ada data terbaru?) tidak memiliki fungsi yang berarti sama sekali. Semoga bermanfaat hasil jelajah Internet lebih dari 5 jam, sebagai rasa kagum kita akan menakjubkannya dunia koloni semut hasil ciptaan sang Penguasa, Allah Ta'ala.

1. Sampai tahun 2000, penelitian menunjukkan bahwa superkoloni yang bersifat Pleometrosis di dunia berada di Ishikari, Hokkaido, Jepang, dengan perkiraan 306 juta semut pekerja dan 1 juta ratu yang tinggal di dalam 45.000 sarang yang saling terkoneksi melalui jalur bawah tanah dengan luas area mencapai 2,7 km2 (670 hektar). Akan tetapi, pada tahun 2009, penelitian menunjukkan kenyataan lain yang menakjubkan, akan koloni semut yang luar biasa besar yaitu "Linepithema humile" (read: Argentine Ant) yang dipublikasikan dalam Insectes Sociaux yang memiliki ukuran sekitar 3 mm [link] dan [link] membuktikan kenyataan yang menakjubkan akan skala global koloni semut ini yang meskipun terpisah oleh benua yang besar dan meskipun berbeda ribuan kilometer, namun kenyataannya memiliki kesamaan gen. Koloni semut ini telah membangun peradaban yang luar biasa besar dengan 3 superkoloni yaitu di Eropa, sepanjang 6,000 km (3,700 mil) mencapai pantai Mediterranean, kemudian di wilayah Amerika yang mencapai 900 km (560 mil) hingga pantai California, dan yang terakhir di pantai Jepang (lebih luas dari sebelumnya). Direkodkan, ada puluhan koloni lainnya seperti di Spanyol, Peru, Ekuador, Brazil, dll.

2. Berikutnya adalah koloni "Allomerus decemarticulatus" (read: Amazonian Ant), yang ditemukan di daerah Amazon, Amerika Selatan yang ditemukan oleh Alain Dejean et al. (2001) tepatnya di French Guiana. Koloni ini terkenal dengan kompleksitas semut pekerjanya dan juga tingkah laku predatornya yang melibatkan kerjasama (simbiosis) dengan tumbuhan dan jamur. Biasanya koloni ini hidup di Hirtella physophora (spesies tumbuhan yang selalu identik dengan koloni semut ini) dimana kebanyakannya tinggal di kantong daun kemudian memasangkan seperti selinder sarang lebah ataupun platform ke batang tumbuhan ini sebagai jebakan untuk menangkap mangsanya (bahkan dikatakan sebagai tempat penyiksaan), bahkan yang lebih besar sekalipun dari mereka )seperti belalang), dan hingga sekarang koloni ini menjadi satu-satunya yang diketahui memasang jebakan untuk menangkap mangsa. Semut pekerja memiliki ukuran panjang sekitar 2 mm dengan lebar dan panjang kepala sekitar 0,6 mm, dimana dalam satu koloni memiliki hingga 1.500 semut pekerja [link]

3. Koloni berikutnya adalah "Anoplolepis gracilipes" (read: Yellow Crazy Ant) sebagai wabah yang sangat berbahaya, koloni ini masuk ke dalam daftar 100 wabah/penyerbu yang berbahaya merujuk kutipan IUCN (ISSG 2994), dimana mampu membunuh mamalia kecil, telur burung, beberapa jenis reptil begitu juga tumbuhan lokal (seperti: Rhytidoponera spp., Pheidole spp., Paratrechina spp., Litoria fallax, Lampropholis delicata, Ophioscincus truncates). Selain itu, koloni ini juga mampu merusak ekosistem dan keragaman hayati lingkungan sekitar seperti terjadi pada pulau Christmast (salah satunya adalah menyebabkan kematian lebih dari 15 juta kepiting yang bermigrasi ke pulau tersebut), begitu juga yang akan terjadi terhadap Hawaii dan Seychelles, kalau tidak dilakukan tindakan preventif sedini mungkin. Selain koloni semut penyerbu ini, ada beberapa koloni lain yang memiliki tingkah laku yang hampir serupa seperti Solenopsis invicta (read: Red Imported Fire Ant) dan Pheidole megacephala (read: Bigheaded Ant).

4. Penyergapan ataupun penyerangan juga dilakukan oleh koloni semut, yang menjadi pusat perhatian karena dilakukan secara masif dan besar-besarannya adalah "Eciton burchellii" (read: Eciton Army Ant) dalam radius 200 meter dan melibatkan sekitar 200 ribu semut prajurit, sementara sarang mereka dilindungi sekitar 150-700 ribu semut pekerja. Sistem hidup mereka dinamakan Bivouac yaitu proses bersarang secara migrasi (berpindah-pindah) dengan melibatkan semut pekerja dan semut prajurit yang memiliki ukuran tubuh dari 3 mm - 15 mm [link] dan [link].

5. Selain memangsa hewan lainnya, beberapa spesies semut kelihatan lebih jinak dengan hanya mengkonsumsi tumbuhan, seperti pada koloni semut terbesar dari pemotong daun yaitu "Atta laevigata" (read: Large-bottomed Ant) [link], walaupun dikabarkan bahwa koloni semut ini menjadi santapan yang sedap bagi sebagian penduduk Amerika Selatan. Koloni semut ini semuanya terdiri dari semut betina yang dimana ratu seakan2 membuat klon dalam reproduksinya bahkan semut betina lainnya mampu bereproduksi [link]. Akan tetapi, ada kemungkinan lain bahwa koloni semut ini telah terlebih dahulu melakukan proses kawin di luar sarang, kemudian menyimpannya dalam bank sperma sampai diperlukan dalam reproduksi.


6. Tidak selamanya semut itu merugikan, "Formica aquilonia" (read: Scottish Wood Ant) yang memberikan keuntungan yang luar biasa kepada banyak organisme lainnya walaupun koloni ini termasuk jenis karnivora, seperti penggunaan sarang bersama dengan Dendrodrilus rubidus (read: Red Wiggler), meskipun pada asalnya jenis cacing ini berbahaya terhadap ekosistem. Semut ini terkenal dengan penggunaan daun pinus dalam membuat sarang mereka yang sangat besar, sementara semut ini juga termasuk memiliki ukuran cukup besar yaitu 5-10 mm, dan disayangkan bahwa koloni semut ini terancam punah.

7. Koloni semut ini adalah yang sangat berbahaya karena mampu membunuh mangsa dengan mengeluarkan venom yang setara dengan 12 ekor lebah; "Pogonomyrmex maricopa" (read: Maricopa Harvester Ant), dipercaya sebagai koloni semut yang paling berbahaya dari segi venom (berbeda dengan hewan beracun karena tidak aktif), bahkan bisa jadi hewan paling berbahaya karena mengeluarkan zat yang beracun. Venom dari semut ini yaitu LD50 hanya dengan takaran 0,12 mg/kg yang mampu membunuh 2 kg tikus, sementara lebah saja membutuhkan 2,8 mg/kg. Meskipun begitu, Oxyuranus microlepidotus (read: Inland Taipan) mampu membunuh dengan hanya 0.01 mg/kg sementara golongan katak beracun sepertiDendrobates leucomelas mampu membunuh dengan hanya 0.0002 mg/kg. Seperti kebanyakan hewan venom lainnya, kandungan racunnya mengandung alkaloids, terpenes, polysaccharides, biogenic amines, dan asam organik [link].

8. Tidak mau kalah dengan koloni semut lainnya, "Myrmecia pilosula" (read: Jack Jumper Ant), merupakan semut yang terkenal dengan lompatannya, bahkan juga dengan bisa (sting) yang sebanding dengan lebah ataupun tawon, koloni ini juga terkenal sebagai pemburu yang handal serta pemakan bangkai. Mereka memiliki ukuran 10-15 mm dengan lompatan mencapai 10 cm, sementara itu saudara mereka yang lain yaitu Myrmecia gulosa (read: Red Bull Ant), memiliki ukuran hingga 30 mm (menjadi salah satu kandidat semut terbesar).

9. Koloni semut yang masih misterius karena tinggal di wilayah sekitar hutan bakau yang bukan menjadi tempat bagi kebanyakan semut, serta koloni semut yang termasuk baru ditemukan yaitu "Camponotus anderseni" (read: Australia Mangrove Ant) (new discovery). Demi melindungi sarang mereka dari banjir, mereka menggunakan metode kantung udara selain juga sebagai cadangan oksigen. Sarang mereka hanya memiliki satu pintu masuk dengan diameter 1,56 mm, sementara galerinya hanya berdiameter 2,31 mm, dan sejauh 120 mm awal, konsentrasi oksigen hanya mencapai 15.7%, sehingga selain metode yang disebutkan di atas, hipotesa lainnya mengatakan bahwa koloni semut ini mempunya kemampuan respirasi anaerobik dengan menggunakan elektron lainnya selain oksigen seperti sulfate (SO42-), nitrate (NO3-), sulphur (S), dll [link]. Sementara itu, koloni semut dari genus yang sama yaitu Camponotus saundersi (read: Exploding Ant) yang ditemukan di wilayah Malaysia dan Brunei memiliki metode pertahanan diri dengan cara merusak/meledakkan diri (self destruct) yaitu autothysis, didukung juga dengan mandibularnya yang lebih besar dari ukuran semut normal.

10. Bisa jadi inilah semut terkuat yang pernah ada, alias super ant, "Oecophylla smaragdina" (read: Asian Weaver Ant) mampu mengangkat beban dengan berat 100 kali berat tubuhnya [link]. Selain itu, koloni semut ini terkenal dengan kemahiran mereka dalam konstruksi sarang mereka dengan menggabungkan daun-daunan dan sutra yang berasal dari larva mereka. Kekuatan supernya itu didapatkan melalui kemampuan menempel kakinya yang kuat, akan tetapi, bukan itu saja kemampuan supernya, koloni semut ini juga termasuk yang memiliki respons supercepat sekitar 5 sampai 10 milliseconds, saking cepatnya dinamakan preflex (bukan reflex).

11. Termasuk koloni semut yang sederhana dengan membangun sarangnya hanya dengan memanfaatkan celah ataupun rongga di bebatuan. "Temnothorax albipennis" (read: Europe Small Ant) sering dijadikan bahan penelitian berkenaan dengan tingkah laku serta pola kehidupan semut, salah satu polanya yang terkenal adalah tandem running, yaitu proses belajar mengajar yang dilakukan oleh semut-ahli kepada semut-baru dengan menunjukkan rute makanan terlebih dahulu. Fakta unik lainnya adalah semut ini juga menunjukkan kepintaran yang luar biasa dengan strategi distribusi makanan saat kelaparan, antara lain, pengenceran makanan, penampungan makanan dalam komunitas dan penjatahan makanan.

12. Termasuk semut yang paling toleran terhadap teriknya matahari atau panasnya suhu, bahkan bisa jadi hewan yang paling tahan panas, mencapai 50°C hingga 70°C, yaitu koloni "Cataglyphis bicolor" (read: Sahara Dessert Ant). Akan tetapi, mereka hanya mampu keluar menuju permukaan untuk mencari makanan yaitu bangkai sekitar 3–5 menit sehari sementara saudaranya juga mampu melakukan hal yang serupa, Cataglyphis bombycina (read: Saharan Silver Ant), dimana mampu bertahan dalam suhu 47°C hingga 53°C dalam waktu sekitar 10 menit per hari [link].

13. Koloni semut yang memiliki keahlian handal berenang yaitu "Polyrhachis sokolova" (read: Australia Swimming Ant) bahkan koloni semut ini mampu bertahan dalam air serta ombak besar. Koloni semut ini biasanya bersarang dalam lumpur dekat rawa2 hutan bakau yang tentunya akan menghadapi gelombang pasang naik setiap saatnya. Sementara itu, "Camponotus mexicanus" (read: Mexican Honeypot Ant) memiliki cara unik dalam mengatur makanan dan mempertahankan diri dengan menggemukkan semut pekerja sehingga mengandung lemak dan gula dan cukup untuk persediaan makanan. Sementara itu, "Cephalotes varians" (read: Gliding Ant), memiliki bentuk kepala yang unik yang berfungsi sebagai penutup pintu masuk ke sarang mereka.

14. "Monomorium pharaonis" (read: Pharaoh Ant) termasuk kandidat semut yang terkecil dengan ukuran sekitar 2 mm. Koloni semut ini memiliki 3 tipe pheromones, yang pertama berfungsi dalam membangun jaringan jejak sebagai pengingat rute yang telah mereka lalui, yang kedua, secara atraktif menandai sumber makanan agar mencegah penyia-nyiaan waktu, yang ketiga, merupakan kebalikan dari yang pertama yaitu penanda jalur yang berbahaya sehingga mengingatkan yang lain agar tidak memakai rute tersebut, semut ini merupakan yang pertama terindetifikasi mengeluarkan jenis yang negatif.

15. Koloni semut yang termasuk berbahaya karena mampu mengganggu keberlangsungan industri holtikultura serta peternakan. "Wasmannia auropunctata" (read: Electric Ant) terkenal sebagai semut yang paling menyakitkan dan begitu kuat menggigit. Ketika koloni semut ini menguasai suatu wilayah, mereka akan memperbudak dengan menggantikan lebih dari 95% semut lokal, dan koloni ini termasuk semut terkecil dengan ukuran sekitar 1.5 mm. Sementara itu, koloni semut "Solenopsis daguerrei" (read: Argentine Parasite Ant), dimana sang ratu akan menggunakan pheromones untuk masuk ke dalam koloni semut lain, menjadikannya ratu semut tersebut sebagai inangnya sampai mati kemudian mengambil alih kekuasaan. Sementara itu, fakta unik lainnya adalah semut yang menghisap darah mangsanya, "Adetomyrma venatrix" (read: Vampire Ant), memiliki sengatan yang mematikan yang mampu membunuh kelabang, namun bukan untuk menjadi santapan, semut ini tidak memiliki mata alias buta.

16. Mungkin inilah koloni semut terkecil yang pernah ada, "Carebara atoma"(read: Atom Ant) memiliki ukuran tubuh kurang dari 1 mm dengan ukuran kepala 0.2 mm. Sementara itu, masih sedikit yang diketahui mengenai koloni semut ini yang diketahui memiliki populasi di kepulauan Fiji.

17. Salah satu kandidat semut yang terbesar adalah "Paraponera clavata" (read: Bullet Ant), dengan ukuran mencapai 2.5 cm, begitu juga dengan sengatannya yang begitu menyakitkan, bahkan tertinggi dengan rating 4+ (Schmidt sting pain index) melebihi sakitnya sengatan tarantula selama 24 jam. Sementara itu, diketahui ada parasit kecil di tubuh semut ini dengan ukuran 1 mm, yaitu Apocephalus paraponerae. Koloni semut ini berada di wilayah Nikaragua, Honduras dan Paraguay.

18. Namun, bisa jadi semut yang paling besar adalah "Camponotus gigas" (read: Giant Forrest) dengan ukuran yang semut pekerja biasa saja mencapai 3 cm sementara semut prajurit melebihi 3 cm dengan ukuran rata2 antara 2,1-2,9 cm dengan berat major 372 mg dan minor 135 mg. Koloni semut ini terkenal sebagai yang efisien dalam kepintaran mencari makanan, rekruitmen dan komunikasi. Meskipun begitu, ukuran semut ini bagi sebagian serangga termasuk ukuran kurcaci.

19. Termasuk koloni semut yang mematikan, "Odontomachus bauri" (read: Trap Jaw ants) memiliki mandible yang sangat kuat dan cepat yang mampu membuka 180° dalam waktu 10 ms dan menutup dalam waktu 5 ms, yang setara dengan 2.300 kali lebih cepat dari kedipan mata, atau sebanding dengan kecepatan 230 km/jam (140 mph). Selain itu, semut ini juga mampu loncat sejauh 40 cm secara horizontal dan 7 cm secara vertikal [link].

20. Penemuan terhadap "Sphecomyrma freyi" (read: Primitive Ant) pada tahun 1966 oleh Edmund Frey dan istrinya, kemudian pada tahun 1967, Edward Wilson, Frank Carpenter dan William L. Brown mempublikasikan spesies semut ini yang diperkirakan memiliki umur mencapai 1 juta tahun [link] atau[link] memberikan tanda tanya besar serta kontribusi yang luar biasa terhadap pengetahuan biologi terutamanya mengenai teori evolusi, yang bisa saja terjadi secara partial.

Sumber : 20 Fakta Unik Koloni Semut