PENGERTIAN
Organisasi menurut Richard Farace, Peter Monge dan Hamish Russel adalah suatu sistem yang terdiri atas dua orang (atau lebih), ada saling ketergantungan, input, proses dan output, kelompok ini berkomunikasi dan bekerjasama untuk menghasilkan hasil akhir dengn menggunakan energi, informasi dan bahan-bahan lain dari lingkungan (Kadar Nurjaman,S.E., MM dan Khaerul Umam,SIP.,M.AG.,M.SI, 68).
Struktur organisasi menurut Robbins (1994) adalah pengakuan organisasi akan adanya kebutuhan untuk mengkoordinasikan pola interaksi para anggota organisasi secara.(Robbins, Stephen P.)
Struktur organisasi perusahaan adalah sebuah garis hierarki yang ada dan berlaku pada perusahaan. Di dalam struktur terdapat penggambaran yang jelas mengenai berbagai macam tingkatan posisi yang ada di perusahaan tersebut.
IMPLEMENTASI STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN BISNIS
Pada sebuah perusahaan, pembuatan struktur organisasi perusahaan bukan hanya sekedar menggambarkan deskripsi terhadap wewenang dan tugas karyawan dalam sebuah organisasi tapi juga memberikan gambaran yang jelas terhadap kejelasan tanggung jawab, kejelasan kedudukan, dan kejelasan tugas.
Gambaran Struktur Organisasi Perusahaan
Meskipun tidak bisa disamaratakan, namun pada dasarnya ada beberapa fungsi perusahaan yang ditunjukkan dalam struktur organisasi perusahaan yang harus ada. Mengingat posisi tersebut memiliki peran penting dalam proses berjalannya sebuah organisasi perusahaan.
General Manajer
Dalam sebuah perusahaan tugas dari general manajer adalah memimpin perusahaan. Selain itu, seorang general manajer memiliki tanggung jawab pada keseluruhan sistem yang berjalan dalam sebuah perusahaan. Dalam melaksanakan fungsinya, general manajer akan dibantu oleh beberapa manajer yang memiliki fungsi spesialisasi.
Kebijakan general manajer merupakan hal tertinggi yang harus dipatuhi oleh anggota perusahaan lainnya karena ia merupakan posisi tertinggi yang terdapat di dalam struktur organisasi perusahaan.
Direktur/ division
Tugasnya adalah memimpin bagian khusus dalam perusahaan serta melakukan koordinasi antar divisi dan memberikan laporan kepada general manajer. Setiap bagian, tidak memiliki garis komando lintas divisi sehingga hanya bisa mengambil kebijakan pada masing-masing divisi.
Seperti pada divisi marketing, tidak bisa memberikan intervensi kepada divisi keuangan. Yang bisa dilakukan adalah memberikan informasi dan masukan yang dibutuhkan pada bagian lain.
Oleh karena itu, direktur memiliki tugas yang sangat terarah sehingga tanggung jawab yang diembannya pun harus mampu ditransparasikan kepada general manajer dan kepada divisi lain sebagai bukti adanya satu kesatuan visi dan misi dalam struktur organisasi perusahaan.
General Affair
Merupakan bagian divisi yang bertugas untuk menyediakan segala kebutuhan dan perlengkapan guna menunjang aktivitas perusahaan. Seperti untuk mengurusi masalah seragam karyawan,mobil dinas, mess karyawan, pemeliharaan lingkungan kantor atau juga memilih mitra kesehatan dengan perusahaan.
Dalam struktur organisasi perusahaan, general affair ini juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam memajukan perusahaan karena tanpa keseragaman karyawan yang baik, maka perusahaan juga tidak akan terlihat rapi dan terkoordinasi.
Personalia DepartmentDivisi ini memiliki tugas untuk menjaga kualitas sumber daya manusia perusahaan. Prosesnya dimulai dari masa perekrutan, penggantian jabatan, promosi dan mutasi karyawan, penilaian kinerja, pemberian penghargaan serta menjaga kinerja karyawan.
Dalam proses perekrutan pegawai baru, pihak inilah yang berfungsi secara khusus untuk bisa memilih dan mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Accounting Departmen
Merupakan departemen yang bertugas untuk mencatat serta mengatur masalah keuangan perusahaan. Divisi ini juga bertugas untuk mengadakan audit atas kinerja yang sudah dilakukan divisi lain, guna menghindari terjadinya penyalahgunaan khususnya di bidang keuangan, termasuk mengontrol keseimbangan keuangan perusahaan.
Pada bagian ini, pegawai yang ditunjuk haruslah bersikap jujur dan teliti karena jika tidak, maka perusahaan akan kehilangan berbagai aset yang berpotensi memajukan perusahaan.
Purchasing Department
Divisi ini biasanya dimiliki oleh perusahaan manufaktur. Tugasnya adalah membeli bahan baku produksi. Selain itu divisi ini juga bertugas menjalin kerjasama dengan pihak supplier bahan baku guna menjamin kelangsungan proses produksi perusahaan. Divisi inilah yang bertanggung jawab terhadap proses praproduksi perusahaan agar bisa menghasilkan produk barang atau jasa yang baik, yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
Marketing Department
Divisi marketing merupakan divisi ujung tombak perusahaan. Sebab, tugas divisi ini adalah memasarkan semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan jika produk yang mereka hasilkan bisa laku di pasaran. Perusahaan dengan divisi marketing yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula. Oleh sebab itulah banyak perusahaan yang mencari pegawai untuk posisi marketing dengan syarat-syarat pandai berkomunikasi, serta menarik secara penampilan karena kedua hal tersebut yang mampu meningkatkan daya tarik klien terhadap produk perusahaan tersebut.
R & D Development
Fungsi dari divisi ini adalah melakukan penelitian serta mengembangkannya. Penelitian yang dilakukan menyangkut semua kebutuhan perusahaan, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Seperti melakukan penelitian mengenai produk apa yang pada saat ini dibutuhkan oleh masyarakat, atau juga melakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat atas produk yang dihasilkan perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut akan digunakan untuk menciptakan sebuah sistem baru yang lebih baik bagi proses yang ada di perusahaan.
Quality Assurance Department
Di perusahaan manufaktur divisi ini bertugas untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan perusahaan sebelum dipasarkan ke tengah masyarakat. Produk yang tidak sesuai standar, akan dipisahkan untuk kemudian dikelompokkan ke dalam golongan produk gagal.
Di perusahaan jasa, seperti bank tugas dari divisi ini adalah melakukan pengawasan atas sistem yang dijalankan dalam proses pelayanan pada nasabah. Dengan demikian, semua nasabah bisa mendapatkan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut.
Maintenance Deparment
Divisi ini biasanya disiapkan bagi perusahaan manufaktur atau juga bagi perusahaan yang memiliki kantor sendiri. Sementara bagi perusahaan yang gedung kantornya masih bergabung dengan perusahaan lain secara menyewa, biasanya meniadakan divisi ini. Sebab divisi ini bertugas memelihara perangkat yang terkait proses operasional perusahaan.
Seperti menjaga mesin produksi, instalasi listrik, pendingin atau menjaga perangkat komputer. oleh karenanya, tidak semua perusahaan memiliki divisi ini, khususnya perusahaan jasa dan perusahaan yang gedung kantornya masih dalam status sewa.
Public Relation Department
Fungsi dari divisi ini adalah menjadi perwajahan perusahaan dan penciptaan citra perusahaan. khususnya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal perusahaan yang terkait dengan operasional perusahaan. Salah satu fungsinya adalah memberikan keterangan pers kepada wartawan apabila terdapat hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.
Pemahaman akan struktur organisasi perusahaan beserta kewajiban atas peran masing-masing adalah sebuah keniscayaan dan sangat mempengaruhi laju pertumbuhan perusahaan.
Jenis Sturktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi lini
Struktur organisasi ini, menggambarkan secara jelas wewenang dari atasan yang digariskan secara vertikal kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya, tanggung jawab dari bawahan akan diberikan secara langsung kepada atasan yang memberi perintah. Organisasi lini banyak dipakai oleh organisasi yang masih kecil, dengan jumlah karyawan sedikit dan spesialisasi pekerjaan masih sederhana.
Struktur Organisasi Fungsional
Pada struktur organisasi fungsional awalnya diciptakan oleh F.W.Taylor. Konsep struktur ini asal berasal dari adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan secara jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang dalam memberikan perintah kepada setiap bawahan, sepanjang masih ada hubungan terhadap fungsinya. Jadi, setiap pegawai bisa mempunyai atasan lebih dari satu dan berbeda.
Struktur organisasi Garis Dan Staf
Seperti namanya, struktur organisasi ini merupakan metode kombinasi yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Pada umumnya banyak digunakan pada organisasi yang besar, dengan bidang tugas yang beragam dan jumlah karyawan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, tapi memerlukan bantuan staf. Staf disini merupakan orang yang ahli dalam bidang tertentu untuk memberikan nasihat pada pimpinan pada bidang tersebut.
Daftar Pustaka :
http://blogging.co.id/jenis-jenis-struktur-organisasi-perusahaan-dan-fungsinya
http://dukhonajjib.blogspot.com/2013/05/gambaran-struktur-organisasi-perusahaan.html
Robbins, Stephen P., 1994, Teori Organisasi, Struktur, Desain dan Aplikasi, edisi 3, Arcan,Donaldson.
Kadar Nurjaman,S.E., MM dan Khaerul Umam,SIP.,M.AG.,M.SI, 2012, Komunikasi dan Public Relation, Pustaka Setia, Bandung.
Senin, 20 Januari 2014
Rabu, 23 Oktober 2013
TEAM WORK & IMPLIKASI MANAJERIAL
Teamwork
Kerjasama dalam tim atau seringkali
diistilahkan teamwork berarti melakukan suatu aktivitas kerja bersama lebih
dari 1 orang dalam sebuah team untuk mencapai suatu goal. Bila diamati, setiap
bentuk aktivitas terutama dalam organisasi lebih dari 90% aktivitas itu adalah
kerjasama dan sedikit bidang yang aktivitas-nya tidak memerlukan kerjasama.
Setiap unit kerja, bidang atau bagian
umumnya memiliki tujuan yang akan dicapai dengan format yang sudah jelas,
sehingga apabila kita perhatikan secara lebih dalam tingkat keberhasilan
masing-masing kelompok tersebut akan sangat dipengaruhi oleh dinamika kerjasama
kelompoknya. Artikel berikut menerangkan makna dan pentingnya kerjasama.
Kerjasama Kelompok dalam
Organisasi
Situasi saat ini jelas berbeda dengan 10
tahun lalu, atau bahkan 5 tahun lalu ketika iklim politik masih kental dengan
centralization. Sampai pada tahun 2005 istilah pilkada (pilihan kepala daerah)
menjadi tren perkataan yang sering didengar di berbagai media, tv, radio
apalagi surat kabar dengan berbagai informasi-informasi yang tidak
henti-hentinya diberitakan. Tren tahun itu adalah titik puncak (mungkin..kita
belum melihat beberapa tahun ke depan) desentralisasi.
Benarkah kondisi saat ini mempengaruhi
organisasi-organisasi lain, baik bisnis maupun non-profit? Sedikit banyak
akan berpengaruh. Beberapa organisasi dengan sistem kepemimpinan hirarki memang
banyak ditemui, tapi melihat trend gejala sosial dan politis, angin perubahan
mulai tampak menuju sistem yang lebih terbuka dan transparan. Bawahan mulai
mudah untuk mengkritisi atasan, apalagi rekan satu ordinat akan lebih mudah
lagi atau terbuka dalam menyampaikan segala sesuatu kritikan, opini ataupun
saran. Dari gejala seperti ini tampak pola kerjasama sedang mengalami perubahan
dari sistem yang terpusat menjadi sistem desentralisasi. Pola trend modern ini
diterjemahkan oleh beberapa ahli menjadi suatu pola kerjasama networking.
Seorang pemimpin, dengan situasi saat ini
sudah saatnya harus mampu melibatkan diri secara langsung dengan bawahan, dan
tiap anggota kelompok memiliki peran yang lebih banyak daripada hanya menjadi
komponen pasif dari sebuah dinamika kerjasama. Peran pemimpin terhadap bawahan
untuk kondisi saat ini sudah saatnya mengarah pada keterlibatan secara aktif
pada tiap-tiap angota kelompok atau unit kerja dalam memecahkan masalah
sehari-hari. Sebagai peran pemimpin juga harus bisa menciptakan iklim kerjasama
sebagai kondisi yang tangguh.
Organisasi bisnis dituntut untuk melakukan
suatu kerjasama yang sinergis menghadapi suatu iklim kompetisi. Ingat,
kompetisi di dunia bisnis jauh dari fairness, apabila iklim tersebut tidak
dibantu oleh situasi politik yang stabil sehingga kesinergisan internal
organisasi benar-benar suatu syarat mutlak agar organisasi mampu menghasilkan strategi
bisnis yang handal dan mampu menjaga iklim kompetisi dengan dunia luar.
Tuntutan kondisi yang semakin terbuka,
dinamis dan pengaruh suatu organisasi dengan iklim luar semakin mudah diakses,
maka peran pemimpin dituntut dapat mengembangkan gaya manajerial yang
partisipatif dengan secara intensif melibatkan diri pada pemecahan masalah
bersama dengan anggota unit kerjanya. Ia harus mampu membangun semangat
kerjasama dengan anggota unit kerja dengan unit kerja yang lain. Disini peran
networking semakin besar dimana tuntutan kinerja antar bidang semakin terbuka
dan didasari oleh tuntutan produktifitas organisasi yang semakin tinggi
dikarenakan iklim competitiveness tersebut.
Definisi Kerjasama
Kerjasama dapat dikatakan sebagai
sekumpulan orang yang memiliki tujuan sama saling berinteraksi dalam kinerja
membentuk suatu kolaborasi usaha pada setiap anggota kelompok sesuai peran
masing-masing. Ahli lain menyebutkan : sekumpulan individu membentuk hubungan
yang selaras untuk mencapai tujuan yang sama.
Dari paparan definisi tentang kerjasama, dapat maka
terdapat beberapa dimensi penting yang terkandung dalam kerjasama tersebut,
yaitu:
· Anggota kelompok
· Peran
· Tugas
· Tujuan
Dalam sebuah organisasi, terdapat level of teamwork mengacu
pada komponen dimensi kerjasama seperti disebutkan diatas, yaitu:
· Kerjasama pimpinan puncak, terdiri dari tiap-tiap pimpinan sub-organisasi
(Kepala Bagian, Manajer)
· Project Team, terdiri anggota kelompok usaha dari berbagai tingkatan dan
fungsi untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu.
· Kelompok kerja, terdiri dari anggota kelompok unit usaha yang menjalankan
unit-unit kerja operasional rutin.
Efektifitas Kelompok
Suatu kelompok dikatakan sebagai teamwork
dan menghasilkan suatu hasil yang optimal memiliki banyak dimensi, diantaranya
adalah:
· Goal setting: suatu kelompok kerja akan dapat secara efektif menghasilkan
suatu tujuan apabila memiliki goal setting yang sama.
· Komitmen: seberapa besar tiap-tiap komponen kelompok memiliki komitmen
· Effective role: setiap anggota kelompok harus memiliki peran-peran
tersendiri dan dituntut untuk sinergis dalam melakukan usaha.
· Leadership: komponen penting suatu kelompok akan menjadi efektif atau tidak
banyak dipengaruhi oleh kepemimpinan.
Efektivitas kinerja tim dapat tercapai apabila
kinerjanya dilandasi empat faktor diatas dan dalam membangun dan mengembangkan
kelompok kerja maka tiap individu merupakan kunci efektif atau tidaknya suatu
usaha kerjasama.
Terjadi proses-proses natural sebuah kerjasama
terbentuk, yaitu:
1. Pembentukan kelompok
yang diawali dengan proses rekrutmen. Pada tahap ini masing-masing anggota
masih berusaha untuk beradaptasi.
2. Proses penjajagan dimana
masing-masing anggota saling mencoba untuk menampilkan diri dan berkolaborasi
dengan mencoba peran-peran yang mungkin dilakukan, bermunculan ide, konflik
sampai munculnya peran yang sesuai di tiap anggota kelompok, yaitu:
3. Kohesivitas, dengan
mulai munculnya perilaku-perilaku responsif sesama anggota kelompok,
ketergantungan dan dukungan dan intensi perasaan.
4. Kinerja kelompok dimana
pada kondisi ini ke-sinergis-an tiap-tiap peran kelompok mulai jelas dan
keharmonisan peran untuk mencapai suatu target.
Kepemimpinan dalam Membangun Teamwork
Pemimpin identik sebagai pengatur dan
tugas utama pemimpin adalah untuk menyelaraskan peran-peran anggota kelompok
lain sehingga dapat melakukan kinerja dengan baik. Peran pemimpin dituntut
untuk aktif dalam memecahkan berbagai masalah karena pemimpin merupakan tempat
utama segala sesuatu berakhir, baik berupa keputusan, dorongan atau motivasi
untuk melakukan suatu usaha dan pada akhirnya kepemimpinan yang menjadikan
kerjasama dapat terbentuk secara stabil dalam mencapai pemenuhan tujuan.
Peran pemimpin harus memahami anggota-anggotanya baik
sebagai individu maupun bagian dari tim. Ia harus paham terhadap masing-masing
tugas dan tanggunjawab anggota kelompok, dinamika kelompok dari anggota dan
mampu menyelaraskan kehidupan organisasi sesuai dengan nilai-nilai yang
dijunjung.
Individu sebagai anggota
kelompok.
Individu mau untuk terlibat dalam sebuah
tim didasari dari beragam motivasi, baik berupa dorongan kebutuhan, nilai atau
eksistensi sosial yang dapat mencerminkan keragaman motivasi seseorang untuk
mau bergabung dalam organisasi. Disini diperlukan suatu keselarasan peran yang
disebabkan adanya beragam motivasi tersebut. Adapun beberapa strategi yang
dapat dilakukan adalah:
Task enrichment: yaitu menyediakan suatu
pekerjaan yang mencerminkan tantangan, usaha ekstra yang berarti memberikan
target prestasi dan memberikan kebebasan yang lebih dalam cara mengerjakan
tugas.
Involment, memberikan suasana
keterlibatan agar anggota kelompok merasa aman, nyaman dan seterusnya akan
mampu memberikan kepuasan dalam mengerjakan tugas. Hal ini dapat dilakukan
dengan membuka dan menerima ide-ide, meminta saran dan usulan dari anggota
kelompok atau usulannya dalam memecahkan masalah.
Achievement, dorongan prestasi adalah
motif yang banyak dimiliki oleh tiap individu dan dengan memberikan tantangan
kerja yang semakin meningkat akan membuat anggota kelompok terlibat aktif dalam
mencapai kinerja team yang semakin efektif.
Reward, penghargaan adalah
kebutuhan yang banyak diminati oleh individu. Dengan memberikan penghargaan
yang sesuai terhadap hasil maka kinerja akan terus meningkat.
Tugas-tugas Unit Kerja
Kelompok
Sebagai pemimpin akan selalu
mendistribusikan pekerjaan kepada sub-ordinatnya. Selain itu juga tugas-tugas
tiap unit kerja akan saling berhubungan dan peran pemimpin yang harus mampu
menyelaraskan tiap aktivitas yang ada. Agar dapat melakukan kinerja yang
efektif maka harus ada komitmen untuk melakukan suatu eksekusi tugas. Oleh
karena itu harus diawali dengan kesepakatan kerja sehingga masing-masing pihak
paham mengenai peran dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan
penugasan kepada kelompok:
· Deskripsi pekerjaan
· Unit usaha mendukung target kelompok
· Ketersediaan sumberdaya
· Metode.
Setelah pembagian tugas dilakukan dengan
baik, manajer bersama-sama anggota unit kerjanya akan melaksanakan tugas dengan
mengembangkan pola kerjasama yang baik. Disini manajer dituntut untuk terlibat
langsung dalam pemecahan masalah bersama serta secara berkala mengadakan
rapat-rapat kelompok dalam memonitor perkembangan kemajuan pelaksanaan
pekerjaan.
Adapun langkah-langkah dalam menghadapi Task / tugas
secara sistematis yang biasa disebut sebagai ( 7D Scheme for team
task ) adalah :
Define > Draw > Discuss > Decide
> Detail > Discharge > Dissect
DEFINE
· Jelaskan tugas
· Jelaskan kenapa tugas harus dilakukan
· Lakukan kesepakatan kerja untuk mendapatkan komitmen
· Atasi kesulitan dan hambatan
· Target waktu yang tersedia
· Sebutkan keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi
DRAW
· Cari informasi yang relevan
· Periksa sumberdaya yang tersedia
· Pertimbangkan apakah perlu sumberdaya tambahan
· Periksa kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan anggota
· Cari pengetahuan dan pakar terkait bila diperlukan
DISCUSS
· Set prioritas
· Kumpulkan gagasan-gasasan penyelesaian masalah – brainstorming ,
dll
· Temukan alternatif-alternatif pemecahan
· Cari lebih jauh sudut pandang yang lain
· Tanyakan lagi ide-ide yang sudah ada / uji lagi
· Sintesakan penyelesaian terbaik
· Pertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang akan diambil
DECIDE
· Usahakan lakukan konsensus untuk kesepakatan bersama
· Dorong anggota kelompok kearah keputusan yang tajam dan akurat
· Buat rencana kerja yang sederhana tapi dapat dijalankan
· Buat rencana alternative, bila diperlukan ( contigency plan)
DETAIL
· Berikan penugasan dan yakinkan setiap anggota mendapatkan tanggungjawab
yang menantang
· Berikan penjelasan yang rinci kepada anggota mengenai tugasnya
· Alokasikan tugas-tugas khusus kepada orang yang tepat
· Periksa bahwa setiap anggota memahami kontribusinya terhadap target
kelompok
· Distribusikan sumberdaya yang ada
· Jelaskan kemungkinan-kemungkinan yang ada
· Tentukan checkpoint / ukuran kemajuan kerja
DISCHARGE
· Periksa bahwa tindakan mengarah ke sasaran kerja
· Perhatikan perbedaan-perbedaan antara aktual dengan rencana
· Bantu dan intervensi bila diperlukan
· Bimbing dan latih anggota bila perlu
· Periksa kriteria kinerja
· Monitor kemajuan
· Jaga agar anggota kelompok tetap memiliki dan mendapatkan informasi yang
terakhir / up-to-date
· Berikan dukungan dan semangat.
DISSECT
· Simpulkan kemajuan kerja
· Rencanakan kembali bila perlu
· Mintakan umpan balik pada proses dan hasil kerja
· Berikan umpan balik kepada kelompok dan angotanya
· Periksa nilai dari kontribusi masing-masing anggota
· Identifikasi keberhasilan, dan
· Belajar dari kegagalan
Peran Kelompok
Meredith Belbin memperkenalkan dinamika
kelompok dengan melihat perbedaan peran dari masing-masing anggota kelompok.
Dalam kelompok, anggota dapat memberikan kontribusinya sesuai dengan peran.
Peran-peran tersebut adalah:
· Coordinator (mengkoordinir, mengontrol, mengarahkan diskusi,
memecahkan konflik, memotivasi dan melibatkan anggota ),
· Shaper ( biasa disebut action-man , cenderung tegas dan lugas,
ingin segera menyelesaikan tugas, task-oriented , tidak sabar
, reaktif dan kurang mau mengerti orang lain),
· Plant ( creatif, banyak ide, senang merencanakan sesuatu dengan matang, berusaha
mencari alternatif pemecahan baru ),
· Monitor evaluator ( seorang quality controller, kritis, suka
menilai dan memantau, analisa tajam ),
· Implementer ( pelaksana yang suka diberitahu detil mengerjakan
suatu tugas, tidak suka perubahan ),
· Team worker (interaksi sosial baik, pandai bergaul, dapat membaca
perasaan orang lain dan membangun suasana ).,
· Resorce investigator ( pencari referensi, bergaul dengan
kelompok eksternal, pandai membangun jaringan kerjasama ),
· Completer ( penuntas pekerjaan, pemerhati deadline, sistematis,
detil pekerjaan diikuti dengan tekun ),
· Specialist ( ahli dalam bidang tertentu yang dibutuhkan kelompok
).
Dalam membangun suatu kelompok kerja, ia
menyebutkan bahwa paling tidak terdapat tiga anggota yang dapat memerankan tiga
peran utama, yakni; Coordinator, Plant dan Monitor , kemudian
yang lain komposisinya sebagai Implementer, Team worker, Resource
Investigator, Compliter dan Specialist. Pada dasarnya seorang individu
dapat memerankan beberapa role team diatas. Namun demikian
secara karakteristik individunya, peran seseorang akan memiliki 3 kategori,
yaitu ;
· peran yang sebaiknya / Roles best avoided
· Peran yang bisa disesuaikan / manageable role
· Peran yang alami / natural role
IMPLIKASI MANAJERIAL
Kesimpulannya Kelompok atau team merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil dimana untuk berkomunikasi lebih mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apa yang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggota tersebut.
Kesimpulannya Kelompok atau team merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil dimana untuk berkomunikasi lebih mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apa yang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggota tersebut.
Sumber :
://www.psychologymania.com/2013/02/pengertian-kerja-sama.html
Sabtu, 05 Oktober 2013
ORGANISASI ?
DEFINISI ORGANISASI
“Kelompok
orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan
Istilah
organisasi dan struktur organisasi sering kita dengar dimanapun kita berada.
Baik di lingkungan sekitar rumah, media cetak, media elektrinik maupun ketika
kita berada dikampus. Kata organisasi itu sendiri berasal dari bahsa organony
dalam bahsa Yunani berarti alat. Pentingnya organisai itu sendiri sudah
didefinisikan oleh beberapa orang ahli, dibawah ini beberapa pendapat dari para
ahli tersebut yang telah mendefinisasikan tentang pengertian organisasi:
·
ERNEST
DALE
Organisasi
adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan
pemeliharaan suatu struktur atau pola
hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
·
CYRIL
SOFFER
Organisasi
adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam
suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi
tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
Dari
dua penertian diatas saya dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa organisasi
adalah suatu kerja sama yang digunakan oleh beberapa orang yang memiliki misi
dan visi yang sama untuk mencapai tujuan yang sama dalam kegiatan atau pun
pekerjaan. Dalam struktur organisasi dibutuhkan bembagian pekerjaan dan
menunjukan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda
tersebut diintegrasikan(kordinasi). Selain tanpa adanya suatu struktur
oraganisai dan manajemen yang tepat organisai tersebut akan kacau dan tidakakan
berjalan sebagaimana mestinya bahkan oraganisai tersebut bias bubar sebab tidak
ada pembagian unit-unit kerja. Nah, dari maka itu oraganisasi itu samangat
penting untuk membantu kita agar bisa berlatih disiplin, tanggung jawab, kerja
sama menghargai orang lain.
Pengalaman
Berorganisasi
Kali ini saya akan bercerita sedikit
mengenai organisai di SMA.Waktu saya duduk dibangku SMA saya menjabat menjadi
ketua kelas selama 3 tahun sebenarnya tujuan saya ingin berorganisasi supaya bisa belajar menjadi pemimpin, bisa belajar bagaimana mengatasi permasalah yang ada,
bisa juga belajar mengatur sekelompok orang sehingga semuanya bisa berjalan
dengan lancar. Tujuan lainya adalah saya akan terbiasa dengan hubungan secara vertikal.
Maksudnya hubungan dengan guru, kepala sekolah, staf sekolah dan teman-teman
dengan begitu wawasan saya bisa tambah luas dan bisa di kenal banyak teman. Terutama untuk menambah pengalaman bagaimana cara berorganisasi yang baik dan benar.
Sumber:
wartawarga.gunadarma.ac.id/definisi-definisi
organisai
Jumat, 14 Juni 2013
Manusia dan Pandangan Hidup
A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Sedangkan pandangan hidup itu sendiri bersifat kodrati. karena itu menentukan masa depan setiap manusia. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu sendiri. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu sendiri merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya ada 3 macam, yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
B. CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan angan-angan.
Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk mencapai cita-cita tersebut, yaitu :
1. Faktor Manusia, tergantung dari dirinya sendiri apa dia mau mencapai cita-citanya atau tidak. Dan harus dilakukan dengan usaha nya sendiri.
2. Faktor kondisi, sesuai kondisi yang sedang dia rasakan. Apa dia bisa menempati sesuai kondisi yang dia alami atau tidak.
3. Faktor tingginya cita-cita, semakin tinggi cita-cita kita semakin besar pula usaha yang harus kita lakukan tergantung apa cita-cita yang kita inginkan.
C. KEBAJIKAN
Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya : manusia yang hidup bermasyarakat, manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Ada3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.
D. USAHA / PERJUANGAN
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa. Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu sendiri.
E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah.
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berpikir.
3. Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar keyakinan.
F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Mengenal : merupakan suatu kodrat manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jalan ini mengenal apa itu pandangan hidup.
- Mengerti : tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri.
- Menghayati : dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
- Meyakini : dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu.
- Mengabdi : sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
- Mengamankan : langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
Manusia dan Harapan
Pengertian
Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi,
sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang
dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan. Setiap
manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati
dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya
berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.Harapan tersebut tergantung pada
pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing.
Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan
untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang
akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk
merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan
berkehandak. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri
sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat
terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada
akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.
Apa Sebab Manusia Mempnyai Harapan
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia
langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga
atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari
interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan
berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang
mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat
dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan
kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam
diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis,
bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.
Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan
kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai bermacam – macam
kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas
kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut
Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis
itu ialah :
a) Kelangsungan hidup (survival)
b) Keamanan (safety)
c) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) Diakui linkungan (status)
e) Perwujudan cita – cita (self actualization)
a) Kelangsungan hidup (survival)
b) Keamanan (safety)
c) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) Diakui linkungan (status)
e) Perwujudan cita – cita (self actualization)
Pengertian Doa
Berdo’a adalah salah satu pedang bagi umat muslim, maka dari itu kita sebagai
umat islam harus sering-seringlah berdo’a kepada Allah swt. karena Allah swt
sangat senang sekali kepada hamba yang selalu berdo’a kepada-Nya. Bahkan kita
di katakan sombong kalau tidak pernah berdo’a kepada-Nya. Maka dari itu kali
ini saya akan mencoba menerangkan tentang Pengertian Do’a.
Pertama-tama saya akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian Do’a menurut
Bahasa dan juga menurut Syari’at.
Menurut
Bahasa Do’a adalah meminta pertolongan kepada yang lebih tinggi (bisa
diharpiahkan usia) dari kita, seperti contoh apabila kita meminta pertolongan
kepada kakak kita untuk mengambilkan sesuatu barang itu di sebut sebagai do’a
menurut bahasa. Berbeda dengan kita meminta pertolongan kepada yang lebih
rendah (bisa di harpiahkan usia) dari kita maka itu di sebut Perintah.
Seperti contoh kita menyuruh adik kita membawakan sesuatu barang itu di sebut Perintahbukan Do’a menurut
bahasa.
Sedangkan Menurut
Syari’at Do’a adalah memohon dan meminta pertolongan kepada Allah swt akan
apa-apa yang kita inginkan serta Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon
terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memadharatkan
Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan
kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau
keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan
itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan
karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang
lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan
karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya,
melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan
yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin
besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar
kepercayaan.
Dalam agama
terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan
oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi
kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan
yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan
juga hak ber agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Berbagai
Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya
Dasar
kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
Kepercayaan
pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya dapat menang,
dirinya mampu mengerjakan apa yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
Kepercayaan
kepada orang lain, dimana orang percaya terhadap kata hati, perbuatanya sesuai
atau terhadap kebenaran orang lain.
Kepercayaan
kepada pemerintah, karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan
rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara mempercayai pemerintah /
negara.
Kepercayaan
kepada Tuhan, merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan.
Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan
diciptakan oleh Tuhannya.
Berbagai
usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha
itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara
lain :
Meningkatkan
ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
Meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat.
Meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan
sebagainya.
Mengurangi
nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
Menekan
perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya
Langganan:
Postingan (Atom)
