Pages

Sabtu, 26 April 2014

Penggambilan Keputusan Terberat Dalam Hidup

seseorang dihadapkan dalam berbagai hal yang menentukan kehidupannya terkadang seseorang harus mengambil keputusan yang tepat dari beberapa pilihan yang ada. Keputusan yang menyangkut dengan kehidupan ini bisa terjadi dalam hal apapun dan juga mengenai apapun. Sadar ataupun tidak, segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan kita merupakan buah dari keputusan kita di masa lalu. Besar ataupun kecil tentang keputusan yang dibuat, akan mempengaruhi kehidupan di masa mendatang. Jadi mengambil keputusan yang tepat sangatlah penting dan sekaligus sulit untukn dilakukan.



Kita yakin setiap keputusan yang kita ambil adalah karena kita telah memikirnyanya masak masak dan adalah karena kita sudah siap menanggung akibatnya. Kita tidak akan selalu mendapatkan respek dari keputusan yang telah kita ambil.

pengalaman hidup saya, keputusan terberat dalam hidup saya adalah pada saat ingin kuliah atau bekerja, saat itu saya mulai binggung untuk memilihnya. Dari situ saya mulai berpikir berkali-kali untuk memilih antar keduanya. karena saya anak pertama dari tiga bersaudara saat itu saya ingin kerja untuk mendapatkan uang sendiri biar tidak membebankan kedua orang tua saya dan ingin membahagiakan kedua orang tua saya dan ingin membantu keuangan keluarga, namun saya di beri saran oleh mamah saya untuk berkuliah. Saya pun mulai berpikir lagi kuliah apa kerja. Akhirnya saya memilih untuk berkuliah saja, siapa tau dengan saya kuliah dulu saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan mapan. Saat ini saya kuliah Di Universitas Gunadarma saya mengambil jurusan Sistem informasi.

Saya percaya, bukan suatu kebetulan saya masuk ke Universitas ini, tetapi saya percaya Maha Kuasa berencana besar atas hidup saya, dengan masuk di Universitas ini saya akan berusaha untuk  menjadi orang yg lebih baik, berguna bagi bangsa ini, dan bisa membanggakan kedua orang tua saya.

Demikian sedikit pengalaman hidup saya yg bisa saya bagikan, semoga bermanfaat 

Rabu, 26 Maret 2014

6 Cara Membangun Teamwork di Tempat Kerja

          




Kenapa teamwork sangat dibutuhkan di lingkungan kerja? Karena meski Anda memiliki tanggung jawab sendiri, Anda merupakan bagian dari organisasi. Perusahaan hanya bisa berkembang jika orang-orang di dalamnya memiliki keinginan untuk membesarkan perusahaan dan menyisihkan kepentingan pribadi.

Berikut ini adalah beberapa tips mengenai cara membangun teamwork di tempat kerja.

1. Tujuan yang jelas

Pertama yang harus dilakukan adalah menciptakan tujuan tim yang jelas. Tentukan tujuan dan harapan dalam tim secara spesifik. Untuk itu Anda harus melakukan rapat rutin dan mengatur pola komunikasi yang terbuka.

2. Bangun kepercayaan

Cara membangun kepercayaan dalam tim adalah dengan membuat mereka berani bicara untuk mengutarakan opini. Jangan langsung mematahkan pendapat seseorang, karena itu akan membuat mereka menahan diri untuk bicara. Ciptakan juga komunikasi timbal balik, sehingga anggota tim bisa saling memberi kritik tanpa terkesan menjatuhkan.

3. Buat kegiatan untuk mendekatkan anggota tim

Tak ada salahnya sesekali melakukan kegiatan yang bisa mendekatkan anggota tim. Melakukan makan siang atau makan malam bersama-sama tim secara rutin, merupakan contoh sederhana sebuah kegiatan yang bisa mendekatkan tim. Dengan bertemu di luar lingkungan kerja, sesama anggota tim bisa saling mengenal secara personal.

4. Ciptakan sistem penghargaan

Agar anggota tim merasa hasil kerja mereka dihargai adalah dengan membuat sistem reward (penghargaan). Siapa saja anggota tim yang berhasil menonjol, maka berilah penghargaan, bisa berupa insentif atau lainnya. Ciptakan kompetisi yang sehat di dalam tim, namun tetap fokus pada tujuan bersama.

5. Kompetensi dalam anggota tim

Teamwork bisa berhasil jika masing-masing anggota melakukan pekerjaan yang sesuai kompetensi mereka. Selalu komunikasikan mengenai tugas, kendala saat mengerjakan tugas, dan apakah mereka mampu mengerjakan. Jika ada anggota tim yang belum memiliki keahlian tertentu, apakah mungkin mendapatkannya melalui training atau pelatihan.

6. Lakukan pemeriksaan secara rutin

Secara rutin, lakukan pengukuran dan pemeriksaan hasil kerja setiap anggota tim. Pemeriksaan rutin ini untuk bisa mengetahui perkembangan pekerjaan, kesulitan yang dialami, atau bisa saja ada perubahan yang perlu dilakukan di tengah jalan untuk bisa mencapai tujuan. (Chron/Humanresources-About)



 Sumber :
http://m.kabar24.com/inspirasi/read/20131114/22/204520/6-cara-membangun-teamwork-di-tempat-kerja

Senin, 20 Januari 2014

STRUKTUR ORGANISASI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PERUSAHAAN BISNIS

PENGERTIAN           
Organisasi menurut Richard Farace, Peter Monge dan Hamish Russel adalah suatu sistem yang terdiri atas dua orang (atau lebih), ada saling ketergantungan, input, proses dan output, kelompok ini berkomunikasi dan bekerjasama untuk menghasilkan hasil akhir dengn menggunakan energi, informasi dan bahan-bahan lain dari lingkungan (Kadar Nurjaman,S.E., MM dan Khaerul Umam,SIP.,M.AG.,M.SI, 68).
Struktur organisasi menurut Robbins (1994) adalah pengakuan organisasi akan adanya kebutuhan untuk mengkoordinasikan pola interaksi para anggota organisasi secara.(Robbins, Stephen P.)
Struktur organisasi perusahaan adalah sebuah garis hierarki yang ada dan berlaku pada perusahaan. Di dalam struktur  terdapat penggambaran yang jelas mengenai berbagai macam tingkatan posisi yang ada di perusahaan tersebut.

IMPLEMENTASI STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN BISNIS

Pada sebuah perusahaan, pembuatan struktur organisasi perusahaan bukan hanya sekedar menggambarkan deskripsi terhadap wewenang dan tugas karyawan dalam sebuah organisasi tapi juga memberikan gambaran yang jelas terhadap kejelasan tanggung jawab, kejelasan kedudukan, dan kejelasan tugas.
Gambaran Struktur Organisasi Perusahaan
Meskipun tidak bisa disamaratakan, namun pada dasarnya ada beberapa fungsi perusahaan yang ditunjukkan dalam struktur organisasi perusahaan yang harus ada. Mengingat posisi tersebut memiliki peran penting dalam proses berjalannya sebuah organisasi perusahaan.

General Manajer
Dalam sebuah perusahaan tugas dari general manajer adalah memimpin perusahaan. Selain itu, seorang general manajer memiliki tanggung jawab pada keseluruhan sistem yang berjalan dalam sebuah perusahaan. Dalam melaksanakan fungsinya, general manajer akan dibantu oleh beberapa manajer yang memiliki fungsi spesialisasi.
Kebijakan general manajer merupakan hal tertinggi yang harus dipatuhi oleh anggota perusahaan lainnya karena ia merupakan posisi tertinggi yang terdapat di dalam struktur organisasi perusahaan.

Direktur/ division
Tugasnya adalah memimpin bagian khusus dalam perusahaan serta melakukan koordinasi antar divisi dan memberikan laporan kepada general manajer. Setiap bagian, tidak memiliki garis komando lintas divisi sehingga hanya bisa mengambil kebijakan pada masing-masing divisi.
Seperti pada divisi marketing, tidak bisa memberikan intervensi kepada divisi keuangan. Yang bisa dilakukan adalah memberikan informasi dan masukan yang dibutuhkan pada bagian lain.
Oleh karena itu, direktur memiliki tugas yang sangat terarah sehingga tanggung jawab yang diembannya pun harus mampu ditransparasikan kepada general manajer dan kepada divisi lain sebagai bukti adanya satu kesatuan visi dan misi dalam struktur organisasi perusahaan.

General Affair
Merupakan bagian divisi yang bertugas untuk menyediakan segala kebutuhan dan perlengkapan guna menunjang aktivitas perusahaan. Seperti untuk mengurusi masalah seragam karyawan,mobil dinas, mess karyawan, pemeliharaan lingkungan kantor atau juga memilih mitra kesehatan dengan perusahaan.
Dalam struktur organisasi perusahaan, general affair ini juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam memajukan perusahaan karena tanpa keseragaman karyawan yang baik, maka perusahaan juga tidak akan terlihat rapi dan terkoordinasi.

Personalia DepartmentDivisi ini memiliki tugas untuk menjaga kualitas sumber daya manusia perusahaan. Prosesnya dimulai dari masa perekrutan, penggantian jabatan, promosi dan mutasi karyawan, penilaian kinerja, pemberian penghargaan serta menjaga kinerja karyawan.
Dalam proses perekrutan pegawai baru, pihak inilah yang berfungsi secara khusus untuk bisa memilih dan mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Accounting Departmen
Merupakan departemen yang bertugas untuk mencatat serta mengatur masalah keuangan perusahaan. Divisi ini juga bertugas untuk mengadakan audit atas kinerja yang sudah dilakukan divisi lain, guna menghindari terjadinya penyalahgunaan khususnya di bidang keuangan, termasuk mengontrol keseimbangan keuangan perusahaan.
Pada bagian ini, pegawai yang ditunjuk haruslah bersikap jujur dan teliti karena jika tidak, maka perusahaan akan kehilangan berbagai aset yang berpotensi memajukan perusahaan.

Purchasing Department
Divisi ini biasanya dimiliki oleh perusahaan manufaktur. Tugasnya adalah membeli bahan baku produksi. Selain itu divisi ini juga bertugas menjalin kerjasama dengan pihak supplier bahan baku guna menjamin kelangsungan proses produksi perusahaan. Divisi inilah yang bertanggung jawab terhadap proses praproduksi perusahaan agar bisa menghasilkan produk barang atau jasa yang baik, yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Marketing Department
Divisi marketing merupakan divisi ujung tombak perusahaan. Sebab, tugas divisi ini adalah memasarkan semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan jika produk yang mereka hasilkan bisa laku di pasaran. Perusahaan dengan divisi marketing yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula. Oleh sebab itulah banyak perusahaan yang mencari pegawai untuk posisi marketing dengan syarat-syarat pandai berkomunikasi, serta menarik secara penampilan karena kedua hal tersebut yang mampu meningkatkan daya tarik klien terhadap produk perusahaan tersebut.

R & D Development
Fungsi dari divisi ini adalah melakukan penelitian serta mengembangkannya. Penelitian yang dilakukan menyangkut semua kebutuhan perusahaan, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Seperti melakukan penelitian mengenai produk apa yang pada saat ini dibutuhkan oleh masyarakat, atau juga melakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat atas produk yang dihasilkan perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut akan digunakan untuk menciptakan sebuah sistem baru yang lebih baik bagi proses yang ada di perusahaan.

Quality Assurance Department
Di perusahaan manufaktur divisi ini bertugas untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan perusahaan sebelum dipasarkan ke tengah masyarakat. Produk yang tidak sesuai standar, akan dipisahkan untuk kemudian dikelompokkan ke dalam golongan produk gagal.
Di perusahaan jasa, seperti bank tugas dari divisi ini adalah melakukan pengawasan atas sistem yang dijalankan dalam proses pelayanan pada nasabah. Dengan demikian, semua nasabah bisa mendapatkan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut. 

Maintenance Deparment
Divisi ini biasanya disiapkan bagi perusahaan manufaktur atau juga bagi perusahaan yang memiliki kantor sendiri. Sementara bagi perusahaan yang gedung kantornya masih bergabung dengan perusahaan lain secara menyewa, biasanya meniadakan divisi ini. Sebab divisi ini bertugas memelihara perangkat yang terkait proses operasional perusahaan.
Seperti menjaga mesin produksi, instalasi listrik,  pendingin atau menjaga perangkat komputer. oleh karenanya, tidak semua perusahaan memiliki divisi ini, khususnya perusahaan jasa dan perusahaan yang gedung kantornya masih dalam status sewa. 


Public Relation Department
Fungsi dari divisi ini adalah menjadi perwajahan perusahaan dan penciptaan citra perusahaan. khususnya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal perusahaan yang terkait dengan operasional perusahaan. Salah satu fungsinya adalah memberikan keterangan pers kepada wartawan apabila terdapat hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.
Pemahaman akan struktur organisasi perusahaan beserta kewajiban atas peran masing-masing adalah sebuah keniscayaan dan sangat mempengaruhi laju pertumbuhan perusahaan.


Jenis Sturktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi lini
Struktur organisasi ini,  menggambarkan secara jelas wewenang dari atasan yang digariskan secara vertikal kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya, tanggung jawab dari bawahan akan diberikan secara langsung kepada atasan yang memberi perintah. Organisasi lini banyak dipakai oleh organisasi yang masih kecil, dengan jumlah karyawan sedikit dan spesialisasi pekerjaan masih sederhana.

Struktur Organisasi Fungsional
Pada struktur organisasi fungsional awalnya diciptakan oleh F.W.Taylor. Konsep struktur ini asal berasal dari adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan secara jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang dalam memberikan perintah kepada setiap bawahan, sepanjang masih ada hubungan terhadap fungsinya. Jadi, setiap pegawai bisa mempunyai atasan lebih dari satu dan berbeda.

Struktur organisasi Garis Dan Staf
Seperti namanya, struktur organisasi ini merupakan metode kombinasi yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Pada umumnya banyak digunakan pada organisasi yang besar, dengan bidang tugas yang beragam dan jumlah karyawan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, tapi memerlukan bantuan staf. Staf disini merupakan orang yang ahli dalam bidang tertentu untuk memberikan nasihat pada pimpinan pada bidang tersebut.


Daftar Pustaka :

http://blogging.co.id/jenis-jenis-struktur-organisasi-perusahaan-dan-fungsinya
http://dukhonajjib.blogspot.com/2013/05/gambaran-struktur-organisasi-perusahaan.html
Robbins, Stephen P., 1994, Teori Organisasi, Struktur, Desain dan Aplikasi, edisi 3, Arcan,Donaldson.
Kadar Nurjaman,S.E., MM dan Khaerul Umam,SIP.,M.AG.,M.SI, 2012, Komunikasi dan Public Relation, Pustaka Setia, Bandung.

Rabu, 23 Oktober 2013

TEAM WORK & IMPLIKASI MANAJERIAL

Teamwork



Kerjasama dalam tim atau seringkali diistilahkan teamwork berarti melakukan suatu aktivitas kerja bersama lebih dari 1 orang dalam sebuah team untuk mencapai suatu goal. Bila diamati, setiap bentuk aktivitas terutama dalam organisasi lebih dari 90% aktivitas itu adalah kerjasama dan sedikit bidang yang aktivitas-nya tidak memerlukan kerjasama.
Setiap unit kerja, bidang atau bagian umumnya memiliki tujuan yang akan dicapai dengan format yang sudah jelas, sehingga apabila kita perhatikan secara lebih dalam tingkat keberhasilan masing-masing kelompok tersebut akan sangat dipengaruhi oleh dinamika kerjasama kelompoknya. Artikel berikut menerangkan makna dan pentingnya kerjasama.

Kerjasama Kelompok dalam Organisasi

Situasi saat ini jelas berbeda dengan 10 tahun lalu, atau bahkan 5 tahun lalu ketika iklim politik masih kental dengan centralization. Sampai pada tahun 2005 istilah pilkada (pilihan kepala daerah) menjadi tren perkataan yang sering didengar di berbagai media, tv, radio apalagi surat kabar dengan berbagai informasi-informasi yang tidak henti-hentinya diberitakan. Tren tahun itu adalah titik puncak (mungkin..kita belum melihat beberapa tahun ke depan) desentralisasi.
Benarkah kondisi saat ini mempengaruhi organisasi-organisasi lain, baik bisnis maupun non-profit? Sedikit banyak akan berpengaruh. Beberapa organisasi dengan sistem kepemimpinan hirarki memang banyak ditemui, tapi melihat trend gejala sosial dan politis, angin perubahan mulai tampak menuju sistem yang lebih terbuka dan transparan. Bawahan mulai mudah untuk mengkritisi atasan, apalagi rekan satu ordinat akan lebih mudah lagi atau terbuka dalam menyampaikan segala sesuatu kritikan, opini ataupun saran. Dari gejala seperti ini tampak pola kerjasama sedang mengalami perubahan dari sistem yang terpusat menjadi sistem desentralisasi. Pola trend modern ini diterjemahkan oleh beberapa ahli menjadi suatu pola kerjasama networking.

Seorang pemimpin, dengan situasi saat ini sudah saatnya harus mampu melibatkan diri secara langsung dengan bawahan, dan tiap anggota kelompok memiliki peran yang lebih banyak daripada hanya menjadi komponen pasif dari sebuah dinamika kerjasama. Peran pemimpin terhadap bawahan untuk kondisi saat ini sudah saatnya mengarah pada keterlibatan secara aktif pada tiap-tiap angota kelompok atau unit kerja dalam memecahkan masalah sehari-hari. Sebagai peran pemimpin juga harus bisa menciptakan iklim kerjasama sebagai kondisi yang tangguh.
Organisasi bisnis dituntut untuk melakukan suatu kerjasama yang sinergis menghadapi suatu iklim kompetisi. Ingat, kompetisi di dunia bisnis jauh dari fairness, apabila iklim tersebut tidak dibantu oleh situasi politik yang stabil sehingga kesinergisan internal organisasi benar-benar suatu syarat mutlak agar organisasi mampu menghasilkan strategi bisnis yang handal dan mampu menjaga iklim kompetisi dengan dunia luar.
Tuntutan kondisi yang semakin terbuka, dinamis dan pengaruh suatu organisasi dengan iklim luar semakin mudah diakses, maka peran pemimpin dituntut dapat mengembangkan gaya manajerial yang partisipatif dengan secara intensif melibatkan diri pada pemecahan masalah bersama dengan anggota unit kerjanya. Ia harus mampu membangun semangat kerjasama dengan anggota unit kerja dengan unit kerja yang lain. Disini peran networking semakin besar dimana tuntutan kinerja antar bidang semakin terbuka dan didasari oleh tuntutan produktifitas organisasi yang semakin tinggi dikarenakan iklim competitiveness tersebut.

Definisi Kerjasama
Kerjasama dapat dikatakan sebagai sekumpulan orang yang memiliki tujuan sama saling berinteraksi dalam kinerja membentuk suatu kolaborasi usaha pada setiap anggota kelompok sesuai peran masing-masing. Ahli lain menyebutkan : sekumpulan individu membentuk hubungan yang selaras untuk mencapai tujuan yang sama.
Dari paparan definisi tentang kerjasama, dapat maka terdapat beberapa dimensi penting yang terkandung dalam kerjasama tersebut, yaitu:
·        Anggota kelompok
·        Peran
·        Tugas
·        Tujuan

Dalam sebuah organisasi, terdapat level of teamwork mengacu pada komponen dimensi kerjasama seperti disebutkan diatas, yaitu:
·        Kerjasama pimpinan puncak, terdiri dari tiap-tiap pimpinan sub-organisasi (Kepala Bagian, Manajer)
·        Project Team, terdiri anggota kelompok usaha dari berbagai tingkatan dan fungsi untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu.
·        Kelompok kerja, terdiri dari anggota kelompok unit usaha yang menjalankan unit-unit kerja operasional rutin.


Efektifitas Kelompok

Suatu kelompok dikatakan sebagai teamwork dan menghasilkan suatu hasil yang optimal memiliki banyak dimensi, diantaranya adalah:
·        Goal setting: suatu kelompok kerja akan dapat secara efektif menghasilkan suatu tujuan apabila memiliki goal setting yang sama.
·        Komitmen: seberapa besar tiap-tiap komponen kelompok memiliki komitmen
·        Effective role: setiap anggota kelompok harus memiliki peran-peran tersendiri dan dituntut untuk sinergis dalam melakukan usaha.
·        Leadership: komponen penting suatu kelompok akan menjadi efektif atau tidak banyak dipengaruhi oleh kepemimpinan.
Efektivitas kinerja tim dapat tercapai apabila kinerjanya dilandasi empat faktor diatas dan dalam membangun dan mengembangkan kelompok kerja maka tiap individu merupakan kunci efektif atau tidaknya suatu usaha kerjasama.
Terjadi proses-proses natural sebuah kerjasama terbentuk, yaitu:

1.     Pembentukan kelompok yang diawali dengan proses rekrutmen. Pada tahap ini masing-masing anggota masih berusaha untuk beradaptasi.
2.     Proses penjajagan dimana masing-masing anggota saling mencoba untuk menampilkan diri dan berkolaborasi dengan mencoba peran-peran yang mungkin dilakukan, bermunculan ide, konflik sampai munculnya peran yang sesuai di tiap anggota kelompok, yaitu:
3.     Kohesivitas, dengan mulai munculnya perilaku-perilaku responsif sesama anggota kelompok, ketergantungan dan dukungan dan intensi perasaan.
4.     Kinerja kelompok dimana pada kondisi ini ke-sinergis-an tiap-tiap peran kelompok mulai jelas dan keharmonisan peran untuk mencapai suatu target.

Kepemimpinan dalam Membangun Teamwork

Pemimpin identik sebagai pengatur dan tugas utama pemimpin adalah untuk menyelaraskan peran-peran anggota kelompok lain sehingga dapat melakukan kinerja dengan baik. Peran pemimpin dituntut untuk aktif dalam memecahkan berbagai masalah karena pemimpin merupakan tempat utama segala sesuatu berakhir, baik berupa keputusan, dorongan atau motivasi untuk melakukan suatu usaha dan pada akhirnya kepemimpinan yang menjadikan kerjasama dapat terbentuk secara stabil dalam mencapai pemenuhan tujuan.
Peran pemimpin harus memahami anggota-anggotanya baik sebagai individu maupun bagian dari tim. Ia harus paham terhadap masing-masing tugas dan tanggunjawab anggota kelompok, dinamika kelompok dari anggota dan mampu menyelaraskan kehidupan organisasi sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung.


Individu sebagai anggota kelompok.

Individu mau untuk terlibat dalam sebuah tim didasari dari beragam motivasi, baik berupa dorongan kebutuhan, nilai atau eksistensi sosial yang dapat mencerminkan keragaman motivasi seseorang untuk mau bergabung dalam organisasi. Disini diperlukan suatu keselarasan peran yang disebabkan adanya beragam motivasi tersebut. Adapun beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah:
Task enrichment: yaitu menyediakan suatu pekerjaan yang mencerminkan tantangan, usaha ekstra yang berarti memberikan target prestasi dan memberikan kebebasan yang lebih dalam cara mengerjakan tugas.
Involment, memberikan suasana keterlibatan agar anggota kelompok merasa aman, nyaman dan seterusnya akan mampu memberikan kepuasan dalam mengerjakan tugas. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka dan menerima ide-ide, meminta saran dan usulan dari anggota kelompok atau usulannya dalam memecahkan masalah.
Achievement, dorongan prestasi adalah motif yang banyak dimiliki oleh tiap individu dan dengan memberikan tantangan kerja yang semakin meningkat akan membuat anggota kelompok terlibat aktif dalam mencapai kinerja team yang semakin efektif.
Reward, penghargaan adalah kebutuhan yang banyak diminati oleh individu. Dengan memberikan penghargaan yang sesuai terhadap hasil maka kinerja akan terus meningkat.

Tugas-tugas Unit Kerja Kelompok

Sebagai pemimpin akan selalu mendistribusikan pekerjaan kepada sub-ordinatnya. Selain itu juga tugas-tugas tiap unit kerja akan saling berhubungan dan peran pemimpin yang harus mampu menyelaraskan tiap aktivitas yang ada. Agar dapat melakukan kinerja yang efektif maka harus ada komitmen untuk melakukan suatu eksekusi tugas. Oleh karena itu harus diawali dengan kesepakatan kerja sehingga masing-masing pihak paham mengenai peran dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan penugasan kepada kelompok:
·        Deskripsi pekerjaan
·        Unit usaha mendukung target kelompok
·        Ketersediaan sumberdaya
·        Metode.

Setelah pembagian tugas dilakukan dengan baik, manajer bersama-sama anggota unit kerjanya akan melaksanakan tugas dengan mengembangkan pola kerjasama yang baik. Disini manajer dituntut untuk terlibat langsung dalam pemecahan masalah bersama serta secara berkala mengadakan rapat-rapat kelompok dalam memonitor perkembangan kemajuan pelaksanaan pekerjaan.


Adapun langkah-langkah dalam menghadapi Task / tugas secara sistematis yang biasa disebut sebagai ( 7D Scheme for team task ) adalah :

Define > Draw > Discuss > Decide > Detail > Discharge > Dissect

DEFINE
·        Jelaskan tugas
·        Jelaskan kenapa tugas harus dilakukan
·        Lakukan kesepakatan kerja untuk mendapatkan komitmen
·        Atasi kesulitan dan hambatan
·        Target waktu yang tersedia
·        Sebutkan keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi
DRAW
·        Cari informasi yang relevan
·        Periksa sumberdaya yang tersedia
·        Pertimbangkan apakah perlu sumberdaya tambahan
·        Periksa kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan anggota
·        Cari pengetahuan dan pakar terkait bila diperlukan
DISCUSS
·        Set prioritas
·        Kumpulkan gagasan-gasasan penyelesaian masalah – brainstorming , dll
·        Temukan alternatif-alternatif pemecahan
·        Cari lebih jauh sudut pandang yang lain
·        Tanyakan lagi ide-ide yang sudah ada / uji lagi
·        Sintesakan penyelesaian terbaik
·        Pertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang akan diambil

DECIDE
·        Usahakan lakukan konsensus untuk kesepakatan bersama
·        Dorong anggota kelompok kearah keputusan yang tajam dan akurat
·        Buat rencana kerja yang sederhana tapi dapat dijalankan
·        Buat rencana alternative, bila diperlukan ( contigency plan)

DETAIL
·        Berikan penugasan dan yakinkan setiap anggota mendapatkan tanggungjawab yang menantang
·        Berikan penjelasan yang rinci kepada anggota mengenai tugasnya
·        Alokasikan tugas-tugas khusus kepada orang yang tepat
·        Periksa bahwa setiap anggota memahami kontribusinya terhadap target kelompok
·        Distribusikan sumberdaya yang ada
·        Jelaskan kemungkinan-kemungkinan yang ada
·        Tentukan checkpoint / ukuran kemajuan kerja

DISCHARGE
·        Periksa bahwa tindakan mengarah ke sasaran kerja
·        Perhatikan perbedaan-perbedaan antara aktual dengan rencana
·        Bantu dan intervensi bila diperlukan
·        Bimbing dan latih anggota bila perlu
·        Periksa kriteria kinerja
·        Monitor kemajuan
·        Jaga agar anggota kelompok tetap memiliki dan mendapatkan informasi yang terakhir / up-to-date
·        Berikan dukungan dan semangat.

DISSECT
·        Simpulkan kemajuan kerja
·        Rencanakan kembali bila perlu
·        Mintakan umpan balik pada proses dan hasil kerja
·        Berikan umpan balik kepada kelompok dan angotanya
·        Periksa nilai dari kontribusi masing-masing anggota
·        Identifikasi keberhasilan, dan
·        Belajar dari kegagalan


Peran Kelompok

Meredith Belbin memperkenalkan dinamika kelompok dengan melihat perbedaan peran dari masing-masing anggota kelompok. Dalam kelompok, anggota dapat memberikan kontribusinya sesuai dengan peran. Peran-peran tersebut adalah:
·        Coordinator (mengkoordinir, mengontrol, mengarahkan diskusi, memecahkan konflik, memotivasi dan melibatkan anggota ),
·        Shaper ( biasa disebut action-man , cenderung tegas dan lugas, ingin segera menyelesaikan tugas, task-oriented , tidak sabar , reaktif dan kurang mau mengerti orang lain),
·        Plant ( creatif, banyak ide, senang merencanakan sesuatu dengan matang, berusaha mencari alternatif pemecahan baru ),
·        Monitor evaluator ( seorang quality controller, kritis, suka menilai dan memantau, analisa tajam ),
·        Implementer ( pelaksana yang suka diberitahu detil mengerjakan suatu tugas, tidak suka perubahan ),
·        Team worker (interaksi sosial baik, pandai bergaul, dapat membaca perasaan orang lain dan membangun suasana ).,
·        Resorce investigator ( pencari referensi, bergaul dengan kelompok eksternal, pandai membangun jaringan kerjasama ),
·        Completer ( penuntas pekerjaan, pemerhati deadline, sistematis, detil pekerjaan diikuti dengan tekun ),
·        Specialist ( ahli dalam bidang tertentu yang dibutuhkan kelompok ).

Dalam membangun suatu kelompok kerja, ia menyebutkan bahwa paling tidak terdapat tiga anggota yang dapat memerankan tiga peran utama, yakni; Coordinator, Plant dan Monitor , kemudian yang lain komposisinya sebagai Implementer, Team worker, Resource Investigator, Compliter dan Specialist. Pada dasarnya seorang individu dapat memerankan beberapa role team diatas. Namun demikian secara karakteristik individunya, peran seseorang akan memiliki 3 kategori, yaitu ;
·        peran yang sebaiknya / Roles best avoided
·        Peran yang bisa disesuaikan / manageable role
·        Peran yang alami / natural role

IMPLIKASI MANAJERIAL

           Kesimpulannya Kelompok atau team merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil dimana untuk berkomunikasi lebih mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apa yang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggota tersebut.

Sumber :
://www.psychologymania.com/2013/02/pengertian-kerja-sama.html

Sabtu, 05 Oktober 2013

ORGANISASI ?

DEFINISI ORGANISASI
“Kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan

Istilah organisasi dan struktur organisasi sering kita dengar dimanapun kita berada. Baik di lingkungan sekitar rumah, media cetak, media elektrinik maupun ketika kita berada dikampus. Kata organisasi itu sendiri berasal dari bahsa organony dalam bahsa Yunani berarti alat. Pentingnya organisai itu sendiri sudah didefinisikan oleh beberapa orang ahli, dibawah ini beberapa pendapat dari para ahli tersebut yang telah mendefinisasikan tentang pengertian organisasi:

·         ERNEST DALE
Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.

·         CYRIL SOFFER
Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.

Dari dua penertian diatas saya dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa organisasi adalah suatu kerja sama yang digunakan oleh beberapa orang yang memiliki misi dan visi yang sama untuk mencapai tujuan yang sama dalam kegiatan atau pun pekerjaan. Dalam struktur organisasi dibutuhkan bembagian pekerjaan dan menunjukan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan(kordinasi). Selain tanpa adanya suatu struktur oraganisai dan manajemen yang tepat organisai tersebut akan kacau dan tidakakan berjalan sebagaimana mestinya bahkan oraganisai tersebut bias bubar sebab tidak ada pembagian unit-unit kerja. Nah, dari maka itu oraganisasi itu samangat penting untuk membantu kita agar bisa berlatih disiplin, tanggung jawab, kerja sama menghargai orang lain.

Pengalaman Berorganisasi

            Kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai organisai di SMA.Waktu saya duduk dibangku SMA saya menjabat menjadi ketua kelas selama 3 tahun sebenarnya tujuan saya ingin berorganisasi supaya bisa belajar menjadi pemimpin, bisa belajar bagaimana mengatasi permasalah yang ada, bisa juga belajar mengatur sekelompok orang sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar. Tujuan lainya adalah saya akan terbiasa dengan hubungan secara vertikal. Maksudnya hubungan dengan guru, kepala sekolah, staf sekolah dan teman-teman dengan begitu wawasan saya bisa tambah luas dan bisa di kenal banyak teman. Terutama untuk menambah pengalaman bagaimana cara berorganisasi yang baik dan benar.

Sumber:
wartawarga.gunadarma.ac.id/definisi-definisi organisai

Jumat, 14 Juni 2013

Manusia dan Pandangan Hidup

A.    PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Sedangkan pandangan hidup itu sendiri bersifat kodrati. karena itu menentukan masa depan setiap manusia. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu sendiri. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu sendiri merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya ada 3 macam, yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B.    CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan angan-angan.
Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk mencapai cita-cita tersebut, yaitu :
1. Faktor Manusia, tergantung dari dirinya sendiri apa dia mau mencapai cita-citanya atau tidak. Dan harus dilakukan dengan usaha nya sendiri.
2. Faktor kondisi, sesuai kondisi yang sedang dia rasakan. Apa dia bisa menempati sesuai kondisi yang dia alami atau tidak.
3. Faktor tingginya cita-cita, semakin tinggi cita-cita kita semakin besar pula usaha yang harus kita lakukan tergantung apa cita-cita yang kita inginkan.

C.   KEBAJIKAN
Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya : manusia yang hidup bermasyarakat, manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Ada3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.

D.   USAHA / PERJUANGAN
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa. Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu sendiri.

E.   KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah.
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berpikir.
3. Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar keyakinan.

F.   LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
  1. Mengenal : merupakan suatu kodrat manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jalan ini mengenal apa itu pandangan hidup.
  2. Mengerti : tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri.
  3. Menghayati : dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
  4. Meyakini : dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu.
  5. Mengabdi : sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
  6. Mengamankan : langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.