Pages

Rabu, 22 April 2015

Tugas 5 Bahasa Indonesia 2 : Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

            Secara singkat, pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Dalam pengertian itu terdapat tiga aspek yang perlu digarisbawahi, yaitu proses, output per kapita, dan jangka panjang. Pertumbuhan sebagai proses, berarti bahwa pertumbuhan ekonomi bukan gambaran perekonomian pada suatu saat. Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan output per kapita, berarti harus memperhatikan dua hal, yaitu output total (GDP) dan jumlah penduduk, karena output per kapita adalah output total dibagi dengan jumlah penduduk. Aspek jangka panjang, mengandung arti bahwa kenaikan output per kapita harus dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama ( 10, 20, atau 50 tahun, bahkan bisa lebih lama lagi). Kenaikan output per kapita dalam satu atau dua tahun kemudian diikuti penurunan bukan pertumbuhan ekonomi.

            Teori pertumbuhan ekonomi pada dasarnya adalah suatu “ceritera” logis mengenai bagaimana proses pertumbuhan terjadi. Teori ini menjelaskan dua hal, yaitu (1) mengenai faktor-faktor apa yang menentukan kenaikan output per kapita dalam jangka panjang, dan (2) mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan. Satu hal yang perlu diingat bahwa dalam ilmu ekonomi tidak hanya terdapat satu teori pertumbuhan, tetapi terdapat banyak teori pertumbuhan. Sampai sekarang tidak ada suatu teori pertumbuhan yang bersifat menyeluruh dan lengkap dan merupakan satusatunya teori pertumbuhan yang baku. Para ahli ekonomi mempunyai pandangan yang tidak selalu sama mengenai pertumbuhan ekonomi. Pandangan para ahli tersebut sering dipengaruhi oleh keadaan atau peristiwa-pewristiwa yang terjadi pada zaman mereka hidup dan oleh ideologi yang mereka anut. Sementara negara-negara miskin berpenduduk padat dan banyak hidup pada taraf batas hidup dan mengalami kesulitan menaikkannya, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, negara-negara Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang menikmati taraf hidup tinggi dan terus bertambah.Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan output semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup. Sebaliknya kenaikan jumlah barang-barang kapital, kemajuan teknologi, serta kenaikan kualitas dan keterampilan tenaga kerja cenderung mengimbangi berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang. Penyebab rendahnya pendapatan di negara-negara sedang berkembang adalah berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang akibat pertambahan penduduk sangat cepat, sementara tak ada kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berupa pertambahan kuantitas dan kualitas sumber alam, kapital, dan kemajuan teknologi.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Adam Smith
Teori Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
        
David Ricardo
Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.

Robert Solow
Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif.

Harrord Domar
Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.

Tugas 4 Bahasa Indonesia 2 : Barang Ekonomi

Barang ekonomi adalah barang berguna yang jumlah permintaannya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah yang tersedia. Contoh sederhananya adalah beras, semua orang Indonesia rata-rata mengkonsumsi beras, akan tetapi pasokannya tidak selalu lancar, sehingga ketika terjadi kelangkaan pasti serta merta akan terjadi kenaikan harga untuk menyesuaikan dengan permintaan yang ada.
Jenis-jenis barang ekonomi:
Berdasarkan segi kepemilikan:
1.      Barang privat, yaitu barang yang kepemilikannya dimiliki seseorang.
2.      Barang publik, yaitu barang yang kepemilikannya dimiliki publik, contohnya jalan dan jembatan umum.
Berdasarkan segi pemakaian:
1.      Barang konsumsi, yaitu barang yang bisa langsung memenuhi kebutuhan, contohnya makanan.
2.      Barang produksi, yaitu barang yang digunakan sebagai alat untuk memproduksi barang lain, contohnya mesin.
Berdasarkan segi sifat pemakaian:
1.      Barang substitusi, yaitu barang yang bisa saling menggantikan pemakaiannya, contohnya beras dengan sagu atau jagung.
2.      Barang komplementer, yaitu barang yang pemakaiannya harus secara bersama-sama, contohnya mobil dengan bensin.
Berdasarkan segi sifat barang:
1.      Barang konkret, yaitu barang yang fisiknya dapat dilihat, contohnya komputer.
2.      Barang abstrak, yaitu barang yang secara fisik tidak dapat dilihat contohnya lagu.
Sedangkan barang bebas adalah barang berguna yang jumlah persediaannya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah permintaannya. Contohnya udara, air sungai, pasir di sungai. Berbeda halnya jika yang dijadikan contoh adalah air PDAM, air ini adalah barang ekonomi, karena persediaan terbatas, tapi permintaan jauh lebih banyak.
Dalam pembahasan teori ekonomi barang bebas tidak masuk pembahasan, hanya barang-barang ekonomilah yang dibahas dalam teori ekonomi ini.
Pembahasan tentang permintaan dan persediaan barang ini tidak lepas dari istilah opportunity cost. Opportunity cost adalah biaya kesempatan yang hilang akibat dari keterbatasan sumber daya. Contohnya seseorang yang memiliki uang Rp. 5000. Dia menginginkan membeli es buah dan bakso yang masing-masing harganya Rp. 5000. Oleh karenanya dia harus menentukan salah satu yang akan dibeli. Misalnya dia memilih bakso, maka bisa dikatakan bahwa opportunity cost bakso adalah es buah.

Referensi:
Adi Kuswanto, Zuhad Ichyaudin, Pengantar Ekonomi, Penerbit Gunadarma, ed. 1, cet. 5 th 1996.

Wahyu Ario Pratomo, Buku Ajar Teori Ekonomi Makro, Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2006.

Tugas 3 Bahasa Indonesia 2 : Pengertian Ekonomi

Penegrtian Ekonomi adalah, menurut bahasa yaitu berasal dari Bahasa Yunani yaitu Oikos berarti keluarga atau rumah tangga, sedangkan Nomos berarti peraturan atau aturan. Sedangkan menurut istilah yaitu manajemen rumah tangga atau peraturan rumah tangga. Pengertian Ekonomi adalah salah satu bidang ilmu sosial yang memebahas dan mempelajari tentang kegiatan manusia berkaitan langsung dengan distribusi, konsumsi dan produksi pada barang dan jasa.
Pada dasarnya, masalah ekonomi yang selalu dihadapi oleh manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi adalah jumlah kebutuhan manusia tidak terbasas sedangkan jumlah alat pemuas kebutuhan manusia terbatas. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain, yaitu antara lain :

§  Faktor Moral
§  Faktor Pendidikan
§  Faktor Ekonomi
§  Faktor Sosial Budaya

Tugas 2 Bahasa Indonesia 2 : Ibu Pergi Kepasar

Ibu dan aku setiap pagi hari selalu pergi ke pasar. Terkadang ibu juga pergi sendirian tanpa aku dengan
S                           k                   p             K                K                   S           p                 K         S
menggunakan sepeda. Dihari sabtu atau minggu, ibu pun pergi kepasar bersama ayah.Ibu biasanya
P                      O                     K                         S           P                K                           P         P      K
kepasar untuk membeli bahan masakan yang akan di perlukannya. Ditempat langgananya ibu membeli
K                     P                      O                     K                                            K              S     P
beras, minyak, sayuran, daging dan bumbu dapur. Ibu sangat senang berbelanja dipasarkarena disana
                                    O                                        S                  P                       K              
sangat murah dan mudah di dapat.
K

Tugas 1 Bahasa Indonesia 2 : Tentang Saya

Saya bernama Angga Yan Erwanda. Saya dilahirkan pada tanggal 6 Juli 1994.
S             P             O                         S                P                          K
Sekarang, saya berusia 20 tahun. Saya memiliki dua adik perempuan.
K                 S         P            O                S        P                  O
Adik saya bernama Nadilla dan Dinda. Saya tinggal di Cikarang.
S                     P                    O                      S        P           K
Saya adalah mahasiswi di Universitas Gunadarma.
S           P            O                          K
Jurusan saya adalah Sistem Informasi. Saya belajar di kelas 3ka19.
S                         P                O                       S         P              K
Saya pergi ke kampus mengendarai sepeda motor.
S          P           K                    P                   O


Selasa, 30 Desember 2014

Lestarikan Bumi kita

1. Gerakan ‘Selamatkan Nafas Bumi’
Dulu dapat dirasakan udara yang segar dan sawah-sawah hijau di pinggir jalan serta pohon-pohon berjajaran, namun sekarang hal tersebut sudah semakin sedikitditemukan. Saat ini udara terkadang terasa semakin panas, polusi udara semakin buruk sehingga orang menjadi rentan terserang penyakit. Yang bisa kita lakukan:
Menggunakan air seperlunya.
Air 
merupakan sumber kehidupan, air yang bersih dan sehat akan menjaga lingkungan dan tubuh kita, termasuk udaraIngatlah terkadang di tempat lain, orangharus berjalan berkilo-kilo untuk mendapatkannya.
Menggunakan kendaraan bermotor seperlunya.
Gunakan kaki atau sepeda saat berpergiaan jika jaraknya dekat
. Manfaatkan kaki kita untuk berjalan, jangan malas. Orang tua zaman dahulu berumur panjang dan saat tua pun tidak sakit-sakitan karena mereka banyak berjalan kaki.
Tidak Merokok Sembarangan
Adanya peringatan NO SMOKING menjadi suatu aturan agar tidak merokok di sembarang tempat. Karena dengan adanya program ini sedikit banyak memberikan kesadaran akan pentingnya menghargai sesama terutama dalam konteks ini yaitu perokok pasif yang meski bukan perokok namun jika menghirup asap rokok juga mendapat dampak negatif bagi tubuhnya.
Tanam tumbuhan di lingkungan sekitar, Jangan biasakan merusak tanmanan
Tanaman dan tumbuhan berfungsi sebagai pemancar oksigen bersih, akan lebih baik lagi bila yang ditanam itu pohon, karena pohon akan menjaga kua
litas air kita.Selain itu oksigen bersih yang di hasilkan pun jauh lebih besar.
2. Gerakan ‘Membumikan Bumi’
Menyebarluaskan informasi terkait tindakan peduli lingkungan melalui Go Green sebagai bentuk upaya penyadaran sejak dini, yaitu dengan:
- Update berita dari berbagai sumber termasuk badan ilmiah peneliti perubahan iklimdunia yaitu International Panel on Climate Change (IPCC) untuk kritis mengetahui perkembangan iklim saat ini dan juga nanti.
- Apresiasi Film ‘An Inconvenient Truth’ yang merupakan pendidikan melalui sebuah film dokumenter tentang pemanasan globalTopik ilmiah seperti pemanasan global adalah topik yang membosankan bagi kebanyakan orang, tetapi berbeda jika pada film ini. Al Gore mampu menyajikan topik ini dengan sangat baik sehingga mudah dicerna oleh orang awam sekalipun.
Film ini mengingatkan tentang bagaimana dari hari ke hari, bumi kita tempat satu-satunya yang kita diami di alam semesta ini, dimana kita menjalani hidup dan meneruskan keturunan, tempat kita melewatkan banyak suka dan duka, tempat di mana segala tragedi, peperangan, kelaparan, kesenangan, kemewahan yang bercampur jadi satu – tanpa kita sadari sedang menuju ambang kehancuran. Dan fakta yang ironisnya adalah bahwa ternyata kita sendirilah yang membuat Bumi mendekati waktu kehancurannya sendiri. Ada satu kutipan yang menarik di film ini yang dinarasikan oleh Al Gore, pakar lingkungan yang dulunya pernah menjadi kandidat presiden AS namun dikalahkan oleh George Bush Jr. Bunyinya kira-kira seperti ini:
Suatu saat nanti anak-anak kita kelak akan bertanya-tanya pada dirinya sendiri saat melihat Bumi rusak yang kita wariskan kepada mereka. “Ya Tuhan, apa yang telah dilakukan oleh orangtuaku dulunya? Mengapa mereka tidak sadar saat mereka masih ada kesempatan untuk memperbaikinya?”
3. Gerakan ‘Green Building Clean and Healthy’
Green building lebih mengacu pada aspek-aspek penghematan energi, merupakan upaya untuk menghasilkan sesuatu dengan menggunakan proses-proses yang ramah lingkungan, penggunaan sumber daya secara efisien selama daur ulang serta pembaharuan. Sama halnya dengan 5R (Reduce=Mengurangi, Reuse=Memakai Kembali, Recycle=Daur Ulang, Reform=Membentuk Kembali, Refuse=Menampik)
Gunakan Teknologi ramah lingkungan
Gunakan alat dengan sumber tenaga lain seperti pemanas air bertenaga surya atau angin. Matikan lampu dan barang elektronik lain seperti televisi, AC, kipas angin, dispenser dan komputer ketika tidak terpakai. Paling tidak hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah mematikan lampu saat tidur, ada manfaatnya yaitu apabila mematikan lampu saat itu, baik bagi kesehatan mata, karena mata kita dapat beristirahat dengan penuh
Kurangi penggunaan kantong plastik, gantikan dengan kardus, rotan atau bahan yang lain. Karena plastik merupakan salah satu zat yang sulit di urai oleh bakteri dan mineral-mineral dari tanah, sama halnya streoform  baru dapat terurai setelah melewati umur 105 tahun.
Pisahkan sampah basah dan sampah kering
Pemisahan sampah yang bisa didaur ulang dan tidak agar memudahkan penghancuran sampah.
BBM
Membuat Barang Bekas jadi ber-Manfaat.
Hal-hal yang bisa kita lakukan di atas sangatlah sederhana, namun berguna.
Apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak pada hari berikutnya.
Bermula dari tulisan lalu menjadi sebuah karya nyata untuk memperbaiki bumi yang
rapuh ini. Sudah semestinya para intelektual muda untuk dapat dan sepantasnya
memberi contoh yang baik untuk adik-adik kita nanti.
Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?
Bergeraklah Mahasiswa!

Senin, 15 Desember 2014

Makna Kesuksesan Yang Sebenarnya

Rasanya tidak ada kata yang paling diingat oleh manusia kecuali kata ‘sukses’ dan ‘gagal’. Dua kata ini paling diingat karena manusia hidup diantara dua kontinum kata tersebut. Perjalanan hidup manusia adalah perjalanan menuju sukses dan menjauhi kegagalan.
Sukses adalah kondisi dimana Anda berhasil meraih apa yang diidamkan. Sebaliknya, gagal adalah kondisi dimana Anda tidak berhasil meraih apa yang diharapkan. Anda menginginkan kesuksesan dan menghindari kegagalan.
Walau sukses merupakan hal yang diidamkan, tapi tidak semua orang mempunyai pandangan yang sama tentang arti sukses. Yang paling umum dipahami adalah sukses identik dengan memiliki harta yang banyak, popularitas yang tinggi atau jabatan yang bergengsi. Yang lain mengartikan sukses dengan tercapainya tujuan. Ada lagi yang mengidentikkan sukses dengan memperoleh kebahagiaan. Berbagai pandangan yang beragam tentang makna sukses tentu membuat arti sukses menjadi nisbi dan beralih menjadi kata-kata tanpa makna. Apakah memang demikian?
Apakah tidak ada pengertian sukses yang benar? Benar dalam arti memiliki argumentasi yang logis dan sesuai dengan nilai-nilai universal? Apakah sukses dalam pengertian memperoleh kekayaan, ketenaran dan kedudukan merupakan arti sukses yang sesungguhnya.
Selain mencoba memberikan jawaban terhadap makna sukses, tulisan ini juga akan mengungkap rahasia kepada Anda tentang bagaimana cara memperoleh sukses yang benar secara mudah dan tanpa henti. Tentu perlu ada upaya untuk memperoleh sukses tanpa henti (unstoppable succsess). Akan tetapi sebelum Anda berupaya meraih sukses, Anda perlu lebih dahulu memahami apa makna sukses yang sesungguhnya, sehingga Anda tidak meletakkan ‘tangga pada tempat yang salah, sebelum menaikinya’. Hal tersebut sama saja dengan kesia-siaan. Anda hanya akan menuai penyesalan, bukan sukses yang sesungguhnya.
Tulisan tentang rahasia sukses dan bagaimana cara memperolehnya ini sengaja dibuat praktis dan tidak terlalu ‘ilmiah’ agar para pembaca mudah memahaminya. Diharapkan pemikiran ini menjadi bacaan ringan yang memberi pengaruh besar bagi perubahan diri Anda menuju kesuksesan tanpa henti. Tulisan ini cocok untuk siapa saja, baik bagi Anda yang sedang berusaha meraih sukses maupun untuk Anda yang telah memperoleh sukses. Agar bermanfaat, saya anjurkan agar Anda membaca tulisan ini sampai selesai dengan pikiran yang terbuka dan tanpa prasangka lebih dahulu.
Apa yang Dimaksud Sukses?
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-bintang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan si sisi Allahlah tempat kembali yang baik.”(QS. Ali-Imran [3] : 14)
Setiap orang pasti ingin sukses. Tidak ada orang yang ingin hidupnya gagal. Ketika Anda sukses, Anda merasakan keberhasilan mencapai cita-cita. Tidak peduli apapun cita-cita tersebut. Ketika gagal, Anda merasakan kekecewaan dan kesedihan karena tidak berhasil mencapai apa yang Anda idamkan. Sukses dan gagal menjadi dua kondisi yang saling berlawanan. Sukses menjadi idaman setiap orang. Sedang gagal menjadi momok yang dijauhi setiap orang.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, sukses berarti berhasil atau beruntung. Sedang kesuksesan berarti keberhasilan atau keberuntungan. Jadi sukses atau kesuksesan terkait erat dengan pencapaian hasil atau keberuntungan karena mendapatkan sesuatu. Sebaliknya tidak sukses adalah kegagalan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Atau ketidakberuntungan karena tidak mendapatkan sesuatu.
Menurut John C. Maxwell, sukses adalah mengetahui apa tujuan hidup Anda; bertumbuh untuk mencapai kemampuan maksimal Anda; dan menabur benih untuk memberikan manfaat kepada lainnya. Henry Wadsworth L menyebutkan sukses sebagai melakukan apa yang dapat Anda kerjakan dengan baik dan melakukan sebaik-baiknya apa yang Anda kerjakan. Sedang Napoleon Hill mengatakan sukses adalah mereka yang selalu memberi, membentuk dan mengontrol egonya sendiri, tidak menyisakan tempat untuk mengharapkan adanya keberuntungan atas tiap pekerjaan atau kesempatan, atau atas segala perubahan nasib.
Apapun makna sukses yang kita ketahui, namun kita lebih mudah mengucapkan kata ‘sukses’ daripada mengalami kesuksesan itu sendiri. Kesuksesan menjadi kata ‘sakral’ yang sulit diraih. Karena kebanyakan orang mengartikan sukses sebagai tujuan yang akan diraih, bukan proses yang sedang dialami. Inilah yang membuat sukses menjadi sekedar impian bagi banyak orang.
Bayangan kita tentang sukses biasanya adalah bayangan tentang banyaknya halangan yang harus kita lalui untuk memperoleh kesuksesan. Halangan yang sulit dan membutuhkan banyak pengorbanan, sehingga akhirnya banyak orang menganggap sukses sebagai ilusi yang tak mungkin terwujud.
Pandangan Umum tentang Sukses
Yang terbayang dalam benak sebagian orang tentang sukses adalah orang yang berhasil mengumpulkan kekayaan. Punya harta melimpah, rumah yang besar dan mewah. Kendaraan model terbaru dan jumlahnya lebih dari satu. Tanah yang dimilikinya ada dimana-mana. Sering shopping dan travelling ke luar negeri. Pendek kata, apa saja kebutuhan yang diinginkannya akan mudah terpenuhi karena banyak uang.
Sukses bagi kebanyakan orang juga berarti ketenaran. Orang yang berhasil menjadi populer di lingkungannya. Orang tersebut sukses karena namanya dikenal dan dikenang banyak orang. Aktivitasnya sering dibicarakan dan diliput media massa. Ia menjadi public figure. Biasanya, semakin populer seseorang semakin banyak pula harta kekayaan yang dimilikinya.
Gambaran lain tentang sukses adalah orang yang berhasil menduduki jabatan tinggi. Entah itu namanya manajer, direktur, jenderal, menteri atau ketua sebuah organisasi. Apapun nama jabatannya, jika organisasinya semakin besar dan jabatannya semakin tinggi, maka orang menganggapnya sebagai kesuksesan. Biasanya, dengan jabatannya itu ia bisa memperoleh apa saja, termasuk mudah memperoleh kekayaan dan ketenaran.
Kesuksesan yang digambarkan banyak orang adalah kesuksesan dalam harta, popularitas dan jabatan. Sukses seseorang biasanya diukur dari seberapa banyak harta yang dimilikinya. Seberapa tinggi popularitasnya dan seberapa besar jabatannya. Apalagi jika ketiga hal tersebut ada pada diri seseorang, maka semakin sukseslah orang menganggapnya. Apakah anggapan ini salah? Tentu saja tidak! Berhasil memperoleh kekayaan, populeritas dan kedudukan adalah kesuksesan. Kita tidak dapat memungkiri bahwa orang yang kaya, terkenal dan memiliki jabatan adalah orang sukses. Hal ini sudah merupakan anggapan umum.
Namun, pertanyaan yang perlu direnungkan adalah apakah sukses karena harta, popularitas dan jabatan merupakan kesuksesan yang sejati? Bagaimana jika orang yang kaya, tenar atau berkedudukan itu justru sering gelisah, sedih atau tidak merasa bahagia? Bukankah kondisi itu banyak terjadi di sekeliling kita?
Jadi apa indikator yang lebih tepat untuk mengukur kesuksesan seseorang? Sebab ternyata harta, popularitas dan jabatan tidak dapat dijadikan indikator bagi kesuksesan seseorang. Adakah ukuran yang lebih tepat daripada ukuran harta, ketenaran dan kedudukan dalam mengukur kesuksesan? Jika ada, apa itu? Dan bagaimana kita mencapainya?
Inilah pertanyan-pertanyan yang semestinya Anda jawab sebelum melangkah lebih jauh untuk meraih sukses. Hidup hanyalah sekali. Oleh karena itu, janganlah Anda sia-siakan hidup ini hanya untuk mengejar kesuksesan semu. Yaitu, kesuksesan yang tidak jelas ukurannya karena sekedar mengikuti apa kata orang tentang arti sukses. Ini ibarat bersusah payah naik tangga, padahal tangganya berada di dinding yang salah. Hanya penyesalan yang akan didapatkan, karena segala jerih payah kita ternyata sia-sia belaka. Kesuksesan yang perlu Anda raih adalah kesuksesan yang bersandar pada pengertian yang benar tentang sukses itu sendiri, sehingga hidup tidak menjadi sia-sia.
Mengapa Muncul Kekeliruan tentang Pengertian Sukses?
Anggapan bahwa sukses berarti kaya, tenar, atau berkedudukan muncul karena berbagai pengaruh yang ada di sekitar kita. Pengaruh tersebut bisa datang dari keluarga, teman pergaulan, pendidikan, sampai pada media massa yang ada di sekitar kita. Semuanya seakan-akan sepakat untuk menonjolkan pengertian sukses hanya berupa kekayaan, ketenaran, dan kedudukan. Tak ada kesuksesan selain tiga pengertian itu.
Begitu kuatnya pengertian sukses yang identik dengan kekayaan, ketenaran dan kedudukan, sehingga banyak orang yang hidupnya hanya mengejar ketiga hal tersebut. Bahkan di antara mereka ada yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, yang penting mereka bisa kaya, populer, atau memiliki jabatan.
Sikap hidup yang dominan mengejar kekayaan, popularitas atau kedudukan sebenarnya tak bisa lepas dari ideologi yang berkuasa di dunia saat ini. Setelah Uni Soviet dengan ideologi komunismenya runtuh, maka Amerika dan Barat leluasa menyebarkan ideologi kapitasme dan liberalismenya tanpa saingan. kapitalisme yang memunculkan pola hidup materialisme mewabah kemana-mana. Liberalisme yang berdampak pada gaya hidup permisifisme menyebar semakin marak ke belahan dunia timur. Didukung oleh kekuatan media massa mereka yang besar, maka semakin banyak orang terpengaruh dengan slogan-slogan kebebasan, hak azasi, dan keterbukaan yang mereka dengungkan. Slogan tersebut sebetulnya tidak salah, yang salah adalah penerapannya yang kebablasan dan hanya menonjolkan kenikmatan materil. Media massa Barat selalu mengeksploitasi bahwa yang dimaksud sukses itu ukurannya adalah harta, popularitas dan kedudukan.
Padahal secara kasat mata kita dapat melihat banyak contoh yang menunjukkan kekayaan, populeritas, dan kedudukan belum tentu membuat orang sukses. Ada orang yang justru hidupnya menderita dan tidak bahagia karena harta, populeritas atau kedudukan yang dimiliki. Salah satu contohnya adalah bintang film Home Alone Macaulay Culkin. Culkin adalah seorang bocah lucu yang berbakat dalam dunia film. Ia berasal dari keluarga yang berbahagia. Ayah dan ibunya hidup rukun walau mereka hidup miskin. Bakat Culkin berakting menarik perhatian sutradara film Home Alone, yang kemudian mengajaknya bermain dalam film tersebut. Home Alone akhirnya menjadi film box office dan membuat nama Culkin terkenal. Honornya meningkat drastis. Keluarganya yang miskin berubah menjadi kaya raya.
Namun ternyata popularitas dan kekayaan tersebut berakibat buruk pada keluarganya. Pertengkaran ayah dan ibunya semakin meningkat. Ayahnya ingin mengeksploitasi Culkin. Sedang ibunya ingin agar Culkin berkembang wajar seperti anak-anak lainnya. Seiring dengan meningkatnya popularitas dan kekayaan yang diterima Culkin, hubungan antara ayah dan ibunya semakin tidak harmonis yang akhirnya berujung pada perceraian. Culkin frustasi dan terlibat pada penggunaan obat terlarang. Ia akhirnya menikah pada usia 19 tahun karena “kecelakaan” dengan pacarnya. Hidup Culkin dan keluarganya justru tidak bahagia karena harta dan popularitas. Kini Culkin mencoba merintis kembali karirnya dari bawah dengan paradigma yang berbeda tentang arti kesuksesan.
Contoh lain adalah apa yang menimpa Lady Diana, mantan istri putra mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles. Hidup dengan gelimang harta, popularitas dan kedudukan yang tinggi tak membuatnya bahagia. Suaminya, Charles, dianggap tak memberi cinta yang penuh kepadanya. Charles ternyata lebih mencintai wanita lain, Camilla. Diana dan Charles akhirnya bercerai. Padahal waktu itu banyak orang yang menganggap mereka sebagai pasangan serasi. Diana kemudian bertualang dari satu pelukan lelaki ke pelukan lelaki lain. Ia mencari cinta yang tak pernah didapatkannya. Diana akhirnya tewas mengenaskan ketika mobil yang ditumpanginya bersama Dodi, kekasihnya, menabrak dinding terowongan di jalanan kota Paris karena berusaha menghindari kejaran paparazzi.
Masih banyak contoh lain tentang orang-orang yang tak bahagia karena kekayaan, ketenaran dan kedudukannya. Antara lain, apa yang menimpa Tina Turner, Jimmi Hendrix, Janis Joplin, Brian Jones, dan Elvis Presley, yang mati over dosis karena merasa kesepian di tengah ketenaran mereka sebagai rocker. Contoh lain, kegelisahan yang dialami Christina Onasis, wanita kaya pewaris kerajaan minyak Onasis, yang perkawinannya selalu kandas, sehingga ia mengaku kepada media sebagai orang yang tak bahagia. Marilyn Monroe, Hitler, Stalin, Mussolini adalah nama-nama lainnya, yang hidupnya tak bahagia di tengah-tengah kedudukan, kekayaan dan popularitas yang mereka miliki.
Pada tahun 1923, sebuah kelompok kecil orang-orang terkaya di dunia bertemu di hotel Edgewater Beach di Chicago, Illinois. Pada saat itu, mereka mengendalikan uang lebih besar daripada jumlah uang yang dimiliki Amerika Serikat. Disini adalah daftar nama mereka dan apa yang akhirnya terjadi pada mereka :
  • Charles Schwab : presiden perusahaan baja mandiri terbesar, mati dalam keadaan bangkrut.
  • Arthur Cutten : spekulan tepung yang terbesar, mati di luar negeri dalam kondisi bangkrut.
  • Richard Witney : direktur bursa Saham New York, mati setelah dibebaskan dari penjara Sing-Sing.
  • Albert Fall : anggota kabinet presiden Amerika Serikat, mandapat pengampunan dari penjara dan mati di rumahnya.
  • Jess Livermore : investor terbesar Wall Street, mati bunuh diri.
  • Leon Fraser : direktur Bank Penyelesaian Internasional, mati bunuh diri.
  • Ivan Kreuger : kepala monopoli terbesar dunia, mati bunuh diri.
Masih banyak ratusan contoh lainnya yang menunjukkan kekayaan, ketenaran dan kedudukan bukanlah ukuran kesuksesan. Mungkin jumlah orang yang gagal dan merasa tidak bahagia dengan kedudukan, kekayaan atau populeritasnya lebih banyak daripada orang yang merasa sukses dan bahagia dengan kedudukan, kekayaan dan ketenarannya.
Jadi, kekayaan, ketenaran dan kedudukan bukanlah jaminan kesuksesan itu sendiri. Ia hanya sarana untuk memperoleh sukses sebenarnya. Artinya, ada sukses yang lebih tinggi nilainya dari sekedar kaya, tenar atau berkedudukan.
Sumber :